HUT Ke 42 PDAM Tirta Pakuan, Walikota Bogor Berikan Atensi Khusus

KOTA BOGOR – Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto meminta PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor meningkatkan pelayanan air bersih kepada pelanggan. Bima ingin masyarakat Kota Bogor dapat menikmati pasokan air bersih dari PDAM secara menyeluruh.

Hal itu diungkapkan Walikota Bogor, saat menjadi pembina upacara HUT PDAM Tirta Pakuan di lapangan apel PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, Senin pagi (1/4/19).

Bima mengapresiasi PDAM yang meraih beberapa penghargaan. Namun di sisi lain, Ia melihat jajaran direksi dan manajemen masih harus bekerja lebih keras untuk menyediakan air bersih kepada masyarakat.

"Saya ucapkan selamat karena PDAM banyak menerima penghargaan dari berbagai lembaga. Tapi di sisi lain, banyak warga yang mengeluh pada saya melalui media sosial soal air tidak mengalir di sejumlah wilayah diantaranya di Cimahpar, Pajajaran Regency atau Cimanggu. Saya ingatkan, PDAM jangan terlena dengan penghargaan itu. Saya ingin memberikan atensi di sini, karena saya cinta pada PDAM," ujar Bima.

Bima paham banyak persoalan yang dihadapi PDAM dalam memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat Kota Bogor. Namun PDAM harus menjelaskan kepada warga berbagai program kerja yang sedang dikerjakan agar pelanggan mengetahui apa saja yang dikerjakan PDAM.

Disamping itu, Bima menyerukan seluruh direksi, manajemen dan karyawan agar fokus pada pelayanan air bersih. "Apakah kalian siap bekerja keras melayani kebutuhan air bersih bagi warga Kota Bogor?," seru Bima kepada seluruh pegawai. Seruan itu disambut "Siap" oleh semua pegawai.

Sementara itu, Direktur Utama PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Deni Surya Senjaya memahami kegundahan Walikota dan sejumlah pelanggan yang mengalami pasokan air bersihnya terganggu. Deni menegaskan, solusi permanen gangguan air bersih di Cimahpar, Pajajaran Regency dan sekitarnya adalah SPAM Katulampa yang segera dioperasikan.

"SPAM Katulampa sudah kita lakukan uji coba. Airnya jernih, sesuai dengan kualitas air minum. Hanya saja, saat ini pipa distribusinya sedang dipasang, mudah -mudahan dapat segera di operasikan," kata Deni kepada wartawan.

Deni menambahkan, PDAM Kota Bogor tetap menunggu sistem pengolahan air minum kapasitas 300 liter perdetik itu dapat di operasikan. Jikapun lama, PDAM akan langsung menguji cobakan kepada pelanggan, sehingga gangguan air bersih yang selama ini terjadi dapat teratasi.

"Jajaran PDAM siap bekerja keras memenuhi kebutuhan air bersih untuk masyarakat Kota Bogor sesuai arahan Bapak Walikota," tutup Deni. (D2N)

Posting Komentar

0 Komentar