Hari Jadi Kabupaten ke-69, Plt Bupati Kampar Sampaikan pencapaian Berbagai Sektor Pembangunan

Hari Jadi Kabupaten ke-69, Plt Bupati Kampar Sampaikan pencapaian Berbagai Sektor Pembangunan

87 Online News
Senin, 15 April 2019
Bangkinang Kota - Plt Bupati Kampar, Catur Sugeng Susanto,SH menyampaikan berbagai kemajuan pembangunan diwilayah Kabupaten Kampar pada acara Sidang Paripurna Istimewa tentang Hari Jadi ke-69 Kabupaten Kampar. Bertempat di Ruang Paripurna DPRD Kabupaten Kampar, Rabu (6/2/19) lalu.

"Dalam perjalanan membangun negeri ini, lebih kurang satu tahun depalan bulan, dapat kami sampaikan pembangunan yang telah kita lakukan bersama sampai dengan tahun 2018 diantaranya, untuk pertama kali Kota Bangkinang meraih anugerah Piala Adipura kategori kota kecil sebagai kado terindah untuk hari jadi Kabupaten Kampar," ujar Catur

Selain itu, masih kata Sugeng, Kabupaten Kampar juga mendapatkan penghargaan dari Pemerintah RI melalui Kementerian Hukum dan HAM sebagai Kabupaten Peduli HAM, penataan dan berfungsinya kawasan water front city (Bangkinang Riverside), kawasan Islamic Center, kawasan wisata PLTA Koto Panjang seperti Ulu Kasok, Gulamo, Danau Rusa, Tepian Mahligai dan lain-lain.
"Dibidang infrastruktur, pembangunan jalan akses antar kecamatan dan desa yang tersebar di Kampar bagian utara (Tapung Raya), Kampar bagian tengah dan rantau Kampar kiri, telah terealisasi pembangunan jembatan dengan rincian jembatan besi 3 unit, jembatan beton 1 unit dan jembatan gantung 3 unit," paparnya.

Kabupaten Kampar 2 tahun berturut-turut memperoleh predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan daerah Kabupaten Kampar tahun 2016-2017, yang telah mendapatkan dan insentif pembangunan daerah dari Pemerinrtah Pusat sebesar Rp.36,8 miliar untuk tahun anggaran 2019.

Pengadaan dan penyerahaan ambulan desa sebanyak 48 unit yang terdiri dari 40 ambulan darat dan 8 ambulan air, memberikan umroh bagi tokoh panutan masyarakat Kabupaten Kampar total 60 orang yang terdiri dari ulama, tokoh masyarakat, imam mesjid, bilal, khatib, gharim, guru ngaji, penyuluh agama dan tokoh adat.
Penerapan program pembayaran non tunai yang menjadi salah satu daerah pilot project dari 12 daerah Kabupaten/Kota dan Provinsi se-Indonesia, melakukan inovasi pembayaran belanja daerah melalui sistim (E-Payment) yang pertama di Provinsi Riau dan Sumatera, penerapan E-Planning pada proses perencanaan Pembangunan Daerah.

Selanjutnya, pengesahaan rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Kampar yang saat ini menunggu evaluasi dari Pemerintah Provinsi Riau. Terpilihnya desa Gunung Sari Kecamatan Gunung Sahilan sebagai desa Mandiri Terbaik di Provinsi Riau yang menjadi utusan Provinsi Riau ke Tingkat Nasional.

Penyediaan transportasi perintis bus Damri rute Bangkinang sekitarnya ke Bandara SSK II dan rute Bangkinang-Muara Takus sebagai sarana prasarana penunjang parawisata. Pembangunan ruas jalan Pekanbaru-Bangkinang (2 Jalur) sepanjang 17,5 KM (APBN), bedah rumah dari dana APBD Kabupaten Kampar, Provinsi dsn APBN ditahun 2017 sebanyak 80 unit dan 2018 sebanyak 1.004 unit serta program kegiatan pengembangan kawasan dan infrastruktur lainnya.
"Perencanaan pembangunan jalan dan jembatana penghubung antar kecamatan dan desa, perencanaan pembangunan gedung kantor pelayanan pemerintah terpadu 8 lantai, perencanaan pembangunan menara Riverside, perencanaan Kawasan Industri (KIK) di wilayah Kabupaten Kampar penyangga kota Pekanbaru," ungkapnya.

Pembangunan kawasan Integrated Cold Storage (ICS) perikanan di Koto Perambahan (pabrik pengelolahan dan pembekuan untuk di ekspor), pembukaan jalan Sei Jernih-Sei Poro sebagai rute alternative Pekanbaru-Bangkinang dan juga membuka daerah-daerah baru yang dapat meningkatkan ekonomi masyarakat.

Persiapan membuka jalur interprestasi sebagai jalur penghubung darat pertama desa-desa dalam kawasan suaka marga satwa Bukit Rimbang Bukit Baling sebagai upaya membuka keterisoliran masyarakat sekaligus menjaga menjaga kelestarian kawasan tersebut.
Disektor peningkatan produksi hasil pertanian yakni tanaman padi dari 1 kali setahun menjadi 2 kali setahun dengan meningkatan produktivitas yang sebleumnya hanya 4 ton/Ha menjadi 4 ton/Ha. Ahli teknologi pengembangan padi dari konvensional menjadi modern (mekanisasai) dan peningkatan jaringan irigasi pertanian.

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2018 sebesar Rp.211 miliar lebih, dengan peningkatan di sektor pajak daerah mencapai Rp.114 miliar lebih dan peningkatan angka kunjungan wisata dari 847.308 jiwa menjadi 1.651.421 jiwa dengan peningkatan perputaran uang dari Rp.17 miliar menjadi Rp.miliar pada tahun 2018. 

Turut hadir pada rapat ini Gubernur Riau diwakili sekda Riau, Kapolda Riau yang diwakili Irwasda Polda Riau Kombes H. Muttaqin, Plt Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto SH, dan Mantan-mantan Bupati Kampar, Forkopimda Kampar, seluruh Anggota DPRD Kampar, Bupati-bupati tetangga dan Ninik Mamak dan tamu lainnya. (Irfan)