Ads Atas

header ads

Berbeda Dengan Garis Partai, Bima Arya "Siap Terima Segala Resiko"

KOTA BOGOR - Wali Kota Bogor terpilih periode 2019-2024, Bima Arya akhirnya menentukan dukungan dan pilihannya kepada pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden petahana Joko Widodo – KH. Maruf Amin di Pemilu 17 April mendatang. Hal itu diungkapkan dalam acara Speak Up "Satukan Suara" di Puri Begawan Jalan Raya Pajajaran, Kota Bogor, Jumat (12/4/2019) malam.

Menurutnya, memilih Jokowi itu karena dirinya melihat bahwa capres 01 itu merupakan sosok yang jujur, yang satu antara kata dengan perbuatannya. Selain itu, dirinya mengaku menjadi kepala daerah karena belajar dari Joko Widodo.

"Pembelajaran menjadi kepala daerah itu pertama kali ke Pak Jokowi, ketika saya mau maju di Kota Bogor tahun 2012 lalu. Jadi, menurut saya Pak Jokowi itu salah satu model selaku kepala daerah," kata Bima kepada media seusai acara tersebut.

Ia menyadari bahwa pilihannya ke 01 itu berbeda dengan partainya yaitu Partai Amanat Nasional (PAN) yang merupakan partai pengusung pasangan Capres-Cawapres nomor urut 02, Prabowo – Sandiaga Uno. Akan tetapi, Bima menyebutkan bahwa PAN itu partai yang lahir dari rahim reformasi dimana platformnya adalah nasionalis dan pluralis. 

"Jadi, PAN itu partai tengah yang menjunjung tinggi keberagaman. Bagi saya, kalau bicara platform partai, semestinya PAN menjatuhkan pilihan kepada Pak Jokowi, bukan yang lain," ujarnya.

Ia juga mengatakan, bahwa Ketua Umum PAN Zulkifli sudah mengetahui terkait pilihannya kepada Jokowi. Hanya saja, waktu itu ia masih aktif sebagai kepala daerah, sehingga dirinya menyampaikan tidak akan terbuka dulu soal menentukan pilihan, karena untuk menjaga kebersamaan.

"Hari ini saya warga biasa, saya bukan seorang kepala daerah, saya seorang kader partai yang memilih segala resikonya untuk berbeda dengan garis partai. Saya meyakini PAN itu partai tengah, partai yang menjunjung tinggi keberagaman dan kebersamaan," katanya.

Saat ditanya, apakah dirinya bersedia dikeluarkan sebagai kader PAN karena berbeda pilihan seperti halnya dialami Wanda Hamidah pada tahun 2014 lalu karena memilih Jokowi, Bima mengaku siap menanggung segala resiko yang dihadapinya. "Insya Allah saya siap untuk segala resikonya," ucapnya.

Kemudian, saat disinggung apakah dirinya akan mencari partai warna lain, Bima pun menegaskan bahwa dirinya tidak akan keluar dari partai. Sebab, ia merasa ikut mendirikan partai berlambang matahari putih tersebut. "Tidak pernah terpikir sekali pun untuk keluar dari partai. Ini adalah suatu ikhtiar saya untuk sejalan dengan platform partai menurut saya," tegasnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, ketika Rakernas PAN dan berkumpul bersama untuk memutuskan mendukung Prabowo – Sandi, dirinya saat itu menyampaikam secara terbuka dan menilai masa capres dan cawapres itu dari partai yang sama, yaitu Partai Gerindra.

"Saat itu, saya tidak habis pikir ya, mengapa harus seperti itu. Meski demikian, saya fatsun kepada keputusan partai waktu itu," jelasnya.

Terkait dukungannya kepada Jokowi yang dilakukan hari ini, Bima mengaku belum berkomunikasi dengan Ketum PAN Zulkifli Hasan. "Belum, saya belum komunikasi," pungkasnya.(D2n)

Posting Komentar

0 Komentar