Rumah Jamur 99 Berikan Pelatihan Singkat Untuk Komunitas Wirausaha Pemula Nusantara

Rumah Jamur 99 Berikan Pelatihan Singkat Untuk Komunitas Wirausaha Pemula Nusantara

87 Online News
Jumat, 08 Maret 2019

KAB BOGOR - Untuk mendapatkan wawasan keilmuan dan memanfaatkan peluang usaha, Taman Laskar Ilmu Foundation yang yang memiliki Komunitas Wirausaha Pemula Nusantara (Komunitas WPN) yang beranggotakan para wira usaha dari Jabodetabek, melakukan kunjungan ke Rumah Jamur Tiram 99 di Kampung Pasir Sarongge, Desa Ciputri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur. 

Ketua Komunitas WPN, Subhan Harie mengatakan, kunjungan yang diikuti sebanyak 40 orang anggotanya itu sebagai untuk mengikuti pelatihan dan melihat secara langsung cara budidaya Jamur tiram.

"Kunjungan ini, guna mendapatkan ilmu melalui pelatihan singkat tentang budidaya jamur tiram," kata Subhan Harie saat melakukan kunjungan ke Rumah Jamur Tiram 99, Kamis (7/2/19).

Lanjut Harie menjelaskan, bagi yang memiliki keinginan untuk berwirausaha dengan memilih alternatif usaha rumahan, budidaya jamur tiram ini sebagai salah satu pilihan yang kreatif, selain mudah juga bisa dikerjakan di rumah. "Usaha budidaya jamur ini bisa memanfaatkan pekarangan rumah untuk membuat kumbung jamur atau bagian sisi rumah yang letaknya agak lembab," imbuhnya.

Pada kesempatan itu, Haris Pribadi selaku pemilik Rumah Jamur 99 menuturkan, sebelum menjakankan budidaya jamur tiram ini, dirinya mengawali usaha dibidang budidaya jamur shitake yang dimulai pada tahun 2000. Namun usahanya itu tidak berlangsung lama karena iklim yang tidak cocok. Dan, ditahun 2013 baru bisa berjalan dengan budidaya jamur tiram ini. 

"Dengan berbekal keyakinan dan juga rasa percaya diri akhirnya bisa berhasil sampai sekarang ini, terbukti sekarang Rumah Jamur 99 ini menjadi pelopor khususnya di Kecamatan Pacet, bahkan jadi pemasok baglog terbesar yang banyak dipesan oleh para pelaku usaha jamur ini karena kwalitasnya bagus," tuturnya.

Haris berpesan, untuk para wirausaha muda, harus tetap semangat dan selalu kreatif serta berinovasi dalam setiap usaha apapun yang digeluti. "Kegagalan dan hambatan selama proses usaha itu adalah sebagai cambuk untuk menuju kesuksesan bagi kita," pesannya.

Sementara itu, Rahma Yulistiana salah seorang anggota Komunitas WPN dari Jakarta sangat mengapresiasi kegiatan pelatihan singkat ini. Menurutnya lebih respeknya dari segi bisnisnya, terutama untuk pemasaran dan dari segi benefitnya. Karena ambisinya dengan usaha jamur tiram Indonesia ini bisa menembus skala ekspor, terlebih ayahnya merupakan seorang petani. Oleh karen itu, dirinya sangat tergerak untuk menggeluti budidaya jamur tiram ini.

"Untuk generasi millenial khususnya, selalu tumbuhkan jiwa entrepreneur dimana pun kita berada. Baik di lembaga pendidikan atau di dunia kerja apapun, bahwa peluang selalu ada seperti wirausaha jamur tiram ini, seyogyanya akan menjadi suatu modal kesuksesan dimasa depan," pungkasnya.(D2N)