Ads Atas

header ads

Pengrajin Barang Bekas Di Kabupaten Bogor Harapkan Pemerintah Bantu Pasarkan Produk Hasil Kerajinan

KAB.BOGOR - Barang bekas sering dipandang sebelah mata. Bahkan sering dibuang dan dijual dengan harga yang sangat murah. Tetapi di tangan orang kreatif, barang bekas tersebut bisa disulap menjadi barang yang bernilai tinggi dan bisa dijual dengan harga mahal.

Seperti yang dilakukan Dede Suarno, salah seorang warga Desa Gunung Geulis, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor. Melalui tangannya yang terampil, pria yang kesehariannya bekerja sebagai tikang ojek itu manfaatkan barang bekas dan limbah menjadi aneka kerajinan tangan.

Berbagai macam limbah yang ia sulap seperti plastik kresek, bungkus Kopi, botol bekas, koran, majalah dan bambu menjadi buah tangan menarik diantaranya tas tangan, vas bunga serta berbagai aksesoris salah satunya berupa gelang tangan dan salah satu dari hasil karyanya yang tak kalah menarik, yakni busana plastik kresek yang pernah digunakan dalam berbagai festival.

Dede mengatakan, dirinya mulai menggeluti kerajinan ini baru sekitar 6 bulan, semenjak adanya Kampung Ramah Lingkungan (KRL) Award Kabupaten Green and Clean 2018, yang digagas Pemerintah Kabupayen Bogor melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

"Untuk limbah plastik kresek, sampai sekarang sudah menghasilkan beberapa kostum. Sedangkan untuk limbah kertas kita buat gelang tangan dan lain-lain," tutur Dede, didampingi istri tercinta Neli Rohayati saat ditenui di kediamannya, di Kampung Cobaan RT001/002 Desa Gunung Geulis, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor. Rabu, (20/03/19).
Namun, sangat disayangkan, hingga saat ini Dede masih kebingungan memasarkan hasil dari karyanya tersebut. Ia berharap ada yang memfasilitasi untuk memasarkan hasil buah tangannya.

"Saya berharap Pemerintah Daerah maupun Pusat bisa memfasilitasi hasil kerajinan saya, karena selama ini baru Pemerintah Desa saja yang mensupport hasil kerajinan ini," ungkapnya.

Menurutnya, hingga saat ini yang mampu ia pasarkan hanya gelang yang terbuat dari bahan kertas. Namun itu pun hanya di kalangan masyarakat sekitar.

"Saat ini baru itu saja yang bisa kami jual, dan itu pun hanya sekitaran masyarakat disini saja. Meski bukan mata pencaharian utama, namun hasilnya lumayan bisa membantu buat kedapur," pungkasnya. (Gandi/Red)

Posting Komentar

0 Komentar