Pengamat Nilai Panitia Bogor Street Festival CGM 2019 Arogan

BOGOR - Pengamat kebijakan publik, H. Deden menyesalkan sikap arogansi yang ditunjukan panitia Bogor Street Festival (BSF) CGM 2019, dalam surat balasan tertanggal 25 Februari 2019 yang ditandatangani Arifin  Himawan dengan nomor  247/CGMBGR/KPNT/DCLR-E/II/2019.

Dalam surat kronologis yang dibuat oleh Yogi Hutabara menyebutkan secara teraang-terangan dan mengakui serta menuding banyak wartawan tidak jelas hanya alasan menggunakan handphone. Padahal panitia BSF CGM telah mengeluarkan KTA peliputan yang dibagikan kepada sejumlah wartawan peliput acara tersebut tanpa ada persyaratan.
 
"Kalau begitu panitia Bogor Street Festival CGM tidak punya niat baik," kata H Deden di Lobby Hotel Pangrango 2, Senin (4/3).

Mestinya, tutur H Deden Panitia penyelenggara mengundang Pokja wartawan maupun FPII Korwil Kota Bogor untuk duduk bersama dan berdialog untuk mencari kebenaran sehingga terjadi musyawarah yang baik. 

Namun kenyataan, panitia BSF gak malah melayangkan surat  balasan yang bernada berseteru dan terkesan mau menang sendiri. Oleh karena itu Pokja bisa saja menempuh jalur hukum untuk menguji kebenaran tersebut.

Sebelumnya Ketua Dewan Pembina Pokja Wartawan Kota Bogor Drs. H. Bustanul Daham, MSi melancarkan protes keras kepada panitia BSF CGM, ucapan tersebut dianggap suatu perbuatan Diskriminasi (membedakan-bedakan) dan suatu pelecehan nama baik terhadap properti wartawan.

"Di jaman teknologi yang serba cangih ini, hampir semua orang melakukan berbagai aktifitas menggunakan handphone. Begitu pun dengan wartawan, terlebih wartawan media online. Mereka lebih memilih menggunakan kamera handphone agar lebih cepat dalam mengirim data berita. Kami anggap ini merupakan perlakuan diskriminasi dan pelecehan terhadap profesi wartawan," tandas Bustanul Daham.

Oleh karena itu, dirinya akan meminta pertanggungjawaban atas ucapan yang dilontarkan Jogi Hutabarat yang telah dianggap melecehkan dan pencemaran nama baik wartawan itu.

"Kami akan meminta pertanggungjawaban atas ucapan yang dilontarkannya itu dengan melalui jalur hukum atas kasus pelecehan dan pencemaran nama baik wartawan," ujarnya. (Red)

Sumber : Humas Pokja Wartawan Kota Bogor

Posting Komentar

0 Komentar