Breaking News

Lecehkan Wartawan, Panitia CGM Harus Minta Maaf Secara Terbuka Kepada Media Massa

KOTA BOGOR - Ketua Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Korwil Kota Bogor, Setwil Jawa Barat Ibrahim Hermawan,S.I.Kom menilai surat balasan klarifikasi yang dilayangkan oleh pihak Panitia Street Festival CGM menunjukan sikap tidak profesional dari pihak panitia. 

"Pasalnya, dalam salah satu surat kronologi yang ditulis oleh panitia bernama Jogi Hutabarat selain tidak dibubuhi tanda tangan resmi, isi surat tersebut di anggap hanya sekedar bantahan untuk mencari pembenaran diri," ujarnya, saat ditemui di Starbuck Vimalla Hills didampingi pembina FPII Korwil Kota Bogor, Iwan Darmawan, SE, Jumat (1/3/19).

Lanjut Ia menuturkan, seharusnya Ketua Panitia Panitia acara berinisiatif untuk mempertemukan kedua belah pihak, agar persoalan tersebut dapat terselesaikan secara tuntas dan tidak menimbulkan polemik yang berkepanjangan, bukan hanya menyampaikan permohonan melalui surat. 

"Seharusnya panitia bersikap bijak dalam menyikapi persoalan tersebut, setidaknya melakukan klarifikasi atau menyampaikan permohonan maaf dengan cara mempertemukakan kedua belah pihak didampingi oleh organisasi yang bersangkutan," ujarnya.

Terkait ucapan yang dilontarkan Jogi selaku panitia yang menyebutkan "Banyak Wartawan yang meliput menggunakan kamera hand phone, wartawan tidak jelas". Ia menilai, hal itu merupakan Diskriminasi (membedakan) dan Contempt Of Journalist (pelecehan terhadap tugas jurnalis).

"Jelas ini suatu diskriminasi, dan pelecehan terhadap tugas wartawan. Seharusnya dia melek teknologi seiring jaman serba canggih ini. Apa pun bisa dilakukan melalui gadgate (handphone), terutama wartawan media online agar lebih fektif dan lebih cepat dalam menyampaikan hasil peliputan ke redaksi," ungkapnya.

Atas ucapan tersebut, pihaknya meminta pertanggung jawaban pihak panitia untuk menyampaikan permohonan maaf kepada sejumlah awak media serta organisasi baik FPII Korwil Kota Bogor, maupun Pokjawan Kota Bogor dengan menggelar konferensi pers sebelum pihaknya melaporkan kepada pihak kepolisian atas diskriminasi dan pelecehan yang dilakukan terhadap Insan Pers.

"Karena ucapan tersebut di atas, isinya mengandung tuduhan tanpa bukti, fitnah, pencemaran nama baik yang berpotensi merusak kredibllitas dan reputasi wartawan. Maka, pihak panitia harus segera meminta maaf secara terbuka melalui media massa baik cetak, online maupun elektronik terkait perkataan yang diucapkan Jogi selaku panitia. Dan, meminta maaf kepada seluruh media massa untuk memulihkan kredibilitas serta kepercayaan publik terhadap media yang dilecehkan tersebut," pintanya.

Ia menambahkan, "Apabila pihak panitia tidak mengindahkan hal tersebut, maka kami akan menempuh jalur hukum sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang berlaku," pungkasnya. (FPII Korwil kota Bogor)

Tidak ada komentar