Dirjen IKMA Kemenperin Berikan Program Bantuan Penumbuhan Wirausaha Baru Di Ponpes Ilmu Alquran

Dirjen IKMA Kemenperin Berikan Program Bantuan Penumbuhan Wirausaha Baru Di Ponpes Ilmu Alquran

87 Online News
Sabtu, 16 Maret 2019

KAB BOGOR - Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melaksanakan Kegiatan Program Penumbuhan Wirausaha baru di Pondok Pesantren Ilmu Al Quran Jalan Perumahan Bukit Asri Rt 03 Rw 03, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Sabtu (16/03/19).

Hadir dalam acara ini diantaranya, Direktur Jenderal IKMA Gati Wibawaningsih, Ketua Yayasan Ponpes Ilmu Al-Qur'an, KH.Masyhuri,S.Pd.i, Danramil Ciomas, Kapolsek Ciomas, Muspika serta ratusan Santriwan dan Satriwati Pondok Pesantren tersebut.

Direktur Jenderal IKMA Gati Wibawaningsih menuturkan, bantuan ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah wirausaha. Menurutnya, indrustri maju suatu negara bisa disebutkan maju jika tingkat wirausahanya sudah sampai 4 %. dan sekarang masih di kisaran 2,8 % s/d 2,9 %.

"Ternyata setelah evaluasi pelatihan di Pondok Pesantren yang kami lakukan dari tahun 2013 sampai 2017 dan kemudian di tahun 2018 ini untuk potensi wirausaha di ponpes sangat besar sekali," tuturnya.

Dikatakannya, sampai tahun 2018 sudah kisaran 3000 pondok pesantren yang sudah di didik, dan tidak semua ponpes memiliki unit produksi. "Jadi kalau kita merintis dari nol tentunya sangat berat sekali," katanya.

Gati menambahkan, ada Pospes yang memang dikhususkan untuk sektor keagamaan saja. "Tapi kami melihat bahwa lulusan ponpes ini perlu dibekali dengan kemampuan di sektor ekonomi, supaya mereka tidak bingung ketika lulus dari pospesnya," imbuhnya.

Hal yang sama dikatakan KH.Masyhuri, S.Pd.i selaku Ketua Yayasan Ponpes Ilmu Al-Qur'an, bahwa saat ini ponpes yang dipimpinnya telah memiliki usaha yakni produk olahan "Rotina" hasil wirausaha para santri yang memproduksi roti sekitar 5 Kg per harinya.

"Mudahan-mudahan, setelah ada bantuan dari Industri Kecil, Menengah dari Kementerian Perindustrian ini bisa memproduksi 30 Kg s/d 50 Kg perharinya nanti. Karena selama ini biaya produksinya masih mengandalkan biaya dari ponpes itu sendiri," pungakasnya. (D2n)