Breaking News

Setelah Menunggu Puluhan Tahun, Gedung PGRI Kota Bogor Akhirnya Di Rehabilitasi

KOTA BOGOR - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat secara resmi melakukan peletakan batu pertama rehabilitasi Gedung Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Bogor didampingi Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Fahrudin dan Ketua PGRI Kota Bogor, Basuki di jalan Merdeka No.131, Kelurahan Ciwaringin, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Kamis (07/02/19).

Dalam sambutannya, Ade Sarip Hidayat menyampaikan dukungannya atas proses rehabilitasi gedung PGRI Kota Bogor yang dibangun sejak 2 Mei 1985 dan diresmikan 12 Oktober 1985 saat Walikota Bogor dijabat oleh Muhammad.

"Saya setuju dan mendukung PGRI harus memiliki gedung baru dan bagus," kata Ade yang mengaku menghabiskan masa baktinya selama 26 tahun di dunia pendidikan.

Menurut Ade, jika rencana rehabilitasi gedung tersebut telah di diskusikan sejak awal, tidak menutup kemungkinan bisa disiasati. Dalam proses rehabilitasi gedung itu tidak lupa Ia mengingatkan alas legal lahan dan izinnya agar tidak berbenturan dengan regulasi yang ada. "Persiapkan secara benar, jangan sampai di stop rencana rehabilitasinya," tegas Ade.

Dikatakannya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan membantu proses rehabilitasi melalui bantuan hibah, anggaran perubahan atau akan dianggarkan pada tahun 2020. Dia meminta pengurus PGRI Kota Bogor, agar mengajukan anggarannya dan jangan sampai telat.

"Silakan buat proposalnya, nanti akan kita verifikasi sesuai ketentuan yang ada. Nilainya sesuai anggaran dan sesuai verifikasi," kata Sekda.

Ia berharap, kedepan PGRI Kota Bogor bisa terus bekerja sama dengan Pemkot Bogor, dan bersinergi serta mendukung pendidikan di Kota Bogor juga mengakselerasikan visi misi program prioritas Pemkot Bogor.

Pada kesempatan itu, Kepala Disdik Kota Bogor, Fahrudin mengungkapkan, keberadaan gedung PGRI ini harus menjadi perekat persatuan dan kesatuan guru se Kota Bogor. "Kota Bogor memberikan perhatian serius terhadap kemajuan pendidikan, kualitas dan kesejahteraan para guru," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua PGRI Kota Bogor, Basuki mengaku gagasan rehabilitasi gedung Guru Indonesia Kota Bogor sudah lama direncanakan. Diharapkan para anggota PGRI Kota Bogor memberikan dukungannya rehabilitasi gedung tersebut. "Saya meminta jajaran pengurus PGRI di 6 kecamatan membantu mensosialisasikan rencana rehabilitasi gedung ini," tuturnya.

Ketua Panitia Rehabilitasi Gedung Guru Indonesia Kota Bogor, Usman Tonda menerangkan sejak dibangun pada 1985 gedung Guru Indonesia Kota Bogor belum pernah mengalami rehabilitasi dalam skala besar dan hanya rehabilitasi skala kecil berupa pemeliharaan.

Usman menjelaskan, proses rehabilitasi yang dimulai Februari 2019 akan berlangsung kurang lebih selama 6 bulan kedepan. Adapun anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 1.159.566.000, sementara anggaran yang baru tersedia mencapai Rp 360 juta.(D2n)

Tidak ada komentar