Peringati HPSN 2019 Pemkab Bogor Segera Terapkan Perbup Antik

KAB.BOGOR - Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2019, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor menggelar aksi nyata peduli lingkungan di kawasan Cibinong dan sekitarnya, Minggu (24/2/19).

Hadir dalam acara yang digelar di Area parkir Cibinong City Point itu diantaranya Bupati Bogor, Hj. Ade Yasin, Dandim 0621/Kabupaten Bogor, Letkol Inf Harry Eko Sutrisno, Pewakilan dari Forkopimda serta SKPD di lingkup Pemkab Bogor, perwakilan dari IPB, Unida, Camat Cibinong dan ribuan penggiat lingkungan dari berbagai unsur masyarakat.

Dalam sambutannya Bupati Bogor, Hj. Ade Yasin mengajak semua pihak untuk mempersiapkan diri dan secara bertahap mulai mengurangi penggunaan kantong plastik dan styrofoam, serta membiasakan diri membawa alternatif pengganti kantong plastik yang ramah lingkungan ketika berbelanja juga dalam penghunaan peralatan makan dan minum. "Saya minta gunakan peralatan kemasan isi ulang yang tidak mencemari lingkungan," tegasnya.

Bupati menuturkan, Pemkab Bogor akan melakukan langkah konkrit pengurangan penggunaan kantong plastik, sedotan plastik dan kemasan plastik untuk makanan siap saji, terutama di lingkungan pelaku usaha seperti pusat perelanjaaan, toko modern, perusahaan swasta dan restoran, hotel, cafe, pusat jajanan dan tempat hiburan, serta lembaga pendidikan, lembaga negara instansi vertikal dan Badan Usaha Milik Negara yang berada di daerah terhitung mulai tanggal 17 agustus 2019 mendatang.

"Untuk itu, Pemkab Bogor akan segera menerapkan Peraturan Bupati (Perbup) Antik (Anti Plastik) yaitu, Perbup Nomor 13, tahun 2019 dan akan diterapkan pada 17 Agustus 2019 mendatang. Karena sampah plastik ini terbilang bahaya bukan hanya dari faktor lingkungan dimana sampah plastik dan styrofoam sulit terurai hingga puluhan tahun, tetapi juga keberadaan sampah tersebut bisa berpeluang menimbulkan jenis penyakit baru termasuk kanker karena didalam sampah tersebut bisa ada unsur bakteri mikrobanya," tutur Bupati.
Dia menambahkan, salah satu cara untuk menangani masalah sampah yakni dengan membentuk bank sampah di lingkup RT dan RW, dan diharapkan bisa menjadi gaya hidup yang disadro kemanfaatannya oleh masyarakat luas serta pengembangan bank sampah mengajari masyarakat dalam memandang sampah dengan cara berbeda serta membangun lingkungan yang berish, sehat, nyaman dan bersahabat.

"Pilah dulu sampahnya. Yang organik langsung buang di lubang biopori, yang non organik dipilah lagi mana yang bisa dijual di bank sampah," pungkasnya.

Terpisah, Kabid Pengelolaan Sampah pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor, H. Atis Tardiana menjelaskan, dalam acara peringatan HPN juga dilakukan peluncuran Kabupaten Bogor Asri Tanpa Plastik (Antik), Kabupaten Bogor Green and Clean (KBGC), Peresmian Bank Sampah Pusat (BSP), dan pengukuhan Forum Ramah Lingkungan (KRL).

"Selain itu, ada pula kegiatan bersih-bersih serentak di sepanjang Kali Baru, mulai dari perbatasan Kota Bogor sampai Kota Depok yang diikuti sekita 2000 orang penggiat lingkungan dan pembagian kantong ramah lingkungan di jalan raya," kata Atis Tardiana, saat dihubungi redaksi melalui telepon genggamnya. (Ibra)

Posting Komentar

0 Komentar