Koordinator PKL Taman Yasmin Apresiasi Kebijakan Satpol PP Kota Bogor

Koordinator PKL Taman Yasmin Apresiasi Kebijakan Satpol PP Kota Bogor

87 Online News
Jumat, 22 Februari 2019

KOTABOGOR - Penertiban dan penataan pedagang kaki lima (PKL) di pelataran Giant Yasmin, Jalan Abdullah Bin Nuh, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, pada Jumat (22/2/19) sempat diwarnai dengan adu mulut antara petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dengan para pedagang.

Hal itu terjadi lantaran masih ada beberapa pedagang yang enggan di pindahkan untuk digabungkan dengan pedagang lainnya yang di sekitar jalan masuk Perumahan Taman Yasmin. Namun, setelah melakukan proses mediasi, pembongkaran dapat berjalan dengan lancar dan tertib.

Kepala Satpol PP Kota Bogor, Heri Karnadi menuturkan, penataan PKL di kawasan ini bukan berarti untuk di kosongkan dari para pedagang. Melainkan hanya di pindahkan posisinya. 

"Hari ini, kami mulai menata PKL di kawasan Jalan Abdullah Bin Nuh. Menata dalam arti bukan mengosongkan para pedagang, tapi hanya di pindahkan lokasi agar tidak masuk ke dalam area perumahan, maka kita pindahkan dan di tata di depan Giant," tuturnya. 

Heri menambahkan, pembenahan yang di mulai dari sisi kiri gerbang perumahan Yasmin sampai dengan jalan masuk Cijahe ini akan di pindahkan dan di bagi dalam dua titik. 

"Kita mulai dari sisi kiri gerbang perumahan taman yasmin sampai lampu merah, maka kita pindahkan dengan sentralisasi di dua titik, yaitu di depan Giant dan depan Harmoni. Selain di dua lokasi itu tidak boleh," tambahnya.

Sementara itu, koordinator PKL sekitar Giant Yasmin Medi Jumhari mengapresiasi rencana Pemkot yang di sampaikan oleh Satpol PP itu.

"Pada Prinsipnya kami berterima kasih kepada Satpol PP dan Pemerintah Daerah khususnya Kecamatan Bogor Barat yang masih memberikan ruang untuk para PKL berjualan di sekitar Jalan Abdullah Bin Nuh," ucap Medi.

Untuk diketahui, normalisasi pendestrian dan penataan PKL yang menjadi Program Pemerintah Kota Bogor ini, bertujuan agar masyarakat lebih nyaman saat berjalan di trotoar tanpa terganggu oleh pedagang dengan tidak menutup mata pencaharian pedagang diwilayah tersebut. (D2n/Red)