Social Share

Breaking News

Forum Perangkat Daerah Satpol PP Kabupaten Bogor





KAB.BOROR - Pelaksanaan kegiatan Forum Perangkat Daerah sebelumnya telah dilaksanakan persiapan forum perangkat daerah dalam dua kali, seperti mengadakan rapat intern (12/2/19) di sekretariat, untuk membentuk tim pelaksana forum yang di pimpin oleh Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja (Sattpol PP) Kabupaten Bogor dan melakukan gladi bersih (15/2/19). Pada senin 18 Februari 2019 Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bogor, menyelenggarakan kegiatan yang kedua kali yakni Forum Perangkat Daerah RKPD Tahun 2020 Satuan Polisi Pamong Praja, Bertempat di Aula Kantor Satpol PP Kabuapten Bogor.

Kegiatan tersebut mengundang beberapa SKPD/OPD/Intansi dan Lembaga Swasta antara lain diantaranya Komisi I DPRD Kabupaten Bogor, Asda Pemerintahan Setda Kabupaten Bogor, Polres Bogor, Kodim 0621 Cibinong, Kejaksaan Negeri Cibinong, Pengadilan Negeri Cibinong, Bagian Hukum Setda Kabupaten Bogor para Kepala Dinas, Camat, Lurah dan dari Lembaga Swasta Seperti APINDO Kabupaten Bogor, PHRI Kabupaten Bogor, IPB, UNIDA, STIE Dewantara, PT. Indosement, PT. Holcim, dll. Adapun narasumber yang turut di undang adalah Direktur Polisi Pamong Praja dan Perlindungan masyarakat pada Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan dan Kasat Pol PP Provinsi Jawa Barat.


Kegiatan Forum tersebut diawali dengan menyanyikan Lagu “Indonesia Raya” dan Lagu mars Kabupaten bogor “Tegar Beriman” dilanjutkan pembacaan sambutan Bupati Bogor sekaligus pemaparan materi pertama oleh Drs. H. Herdi, M.Si, selaku Kasat Pol PP Kabupaten Bogor dengan judul “Rencana Kerja Satpol PP Tahun 2020 dalam Rangka Mewujudkan Visi dan Misi Kabupaten Bogor”. Kemudian dilanjutkan pemaparan materi oleh para narasumber dan masuk pada sesi tanya – jawab dari para peserta undangan. Kegiatan selanjutnya diakhiri acara forum dengan pembacaan Berita Acara Kesepakatan Hasil Forum Perangkat Daerah Satpol PP Kabupaten Bogor oleh Drs. Mad Hasan, Sekretaris Satuan Pamong Praja Kabupaten Bogor serta penandatanganan Berita Acara Hasil Kesepakatan Forum Perangkat Daerah oleh Pimpinan Sidang Kasat Pol PP Kabupaten Bogor diikuti oleh 4 (empat) orang perwakilan peserta kegiatan forum antara lain : Bappedalitbang Kabupaten Bogor, Dinas Koperasi & UKM Kabupaten Bogor, Kecamatan Sukaraja dan Kelurahan Pondok Rajeg.

   
Bertepatan kegiatan forum perangkat daerah Satpol PP Kabupaten Bogor pada hari senin, 18 Februari 2019 Komisi A DPRD Kabupaten Pati dan beberapa pejabat Sekretariat DPRD Kabupaten Pati melakukan studi banding ke Satpol PP Kabupaten Bogor dalam rangka peningkatan kinerja Satpol PP Kabupaten Pati. Rombongan kunjungan kerja dipimpin oleh H. Adji Sudarmadji, SH, MM yang merupakan Ketua Komisi A dan diterima oleh Agus Suyatna, S.Sos,MM, Kabid Pembinaan mewakili Kasat Pol PP Kabupaten Bogor, H.Supendi, SE,MA, Kabid Kelinmasan didampingi Kasi Bimmas dan PSDA serta Kasi Deteksi Dini.

Pertemuan ini menurut Agus Suyatna, Kabid Pembinaan Satpol PP Kabupaten Bogor, “Inti dalam kegiatan kunker ke Komisi A DPRD Kabupaten Bogor ingin mengetahui kegiatan – kegiatan dan jumlah personil kita serta mempelajari payung hukum berupa Peraturan Daerah maupun Peraturan Bupati yang selama ini Satpol PP Kabupaten Bogor gencar melaksanakan kegiatan – kegiatan penertiban, pembinaan dan pelatihan sehingga Satpol PP Kabupaten Bogor dikenal dimana-mana diluar Kabupaten Bogor.” jelasnya.


Pada tanggal 13 Februari 2019 di Gedung Serbaguna I Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor, pertama kali jabatan fungsional tertentu pada Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bogor sebanyak 5 orang dan Satpol PP Kecamatan sebanyak 10 orang yang dilantik oleh Bupati Bogor dalam rangka kenaikan pangkat dan golongan. Jabatan Fungsional Tertentu Satpol PP telah berjalan dua tahun mulai tahun 2017 sampai sekarang sesuai dengan dasar hukum yakni, Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokraksi Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2014 tentang jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya dan Surat BKPP Kabupaten Bogor Nomor 005 / 382 – Bangrir Perihal Undangan Pengambilan Sumpah Jabatan dan Pelantikan Pejabat Fungsional Tertentu pada Satuan Polisi Pamong Praja di lingkup Pemerintahan Kabupaten Bogor. 

Operasi Tindak Pidana Ringan (TIPIRING) terhadap pelaku penjual minuman keras dan miras oplosan telah dilaksanakan oleh Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bogor dalam hal ini Bidang Penegakan Peraturan Perundang-undangan Daerah,  Bidang Tibum dan PPNS selaku eksekutor  tindak pidana ringan. Kegiatan Operasi TIPIRING MIRAS dan pemberian sanksi pidana ringan sesuai Pasal 39 jo Pasal 17 huruf d & f Pada Peraturan Daerah Kabupaten Bogor Nomor 4 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum, hari pertama dilaksanakan operasi miras pada tanggal 18 Februari 2018 pada pukul 20.00 WIB yang berlokasi di Cipayung Rt.04/05 Kelurahan Tengah Kecamatan Cibinong, pemilik warung menjual minuman beralkohol dengan tidak dilengkapi ijin dan barang sitaan berjumlah 15 kardus miras dan 1 kardus botol miras bekas hasil jualan. Tidak jauh dari lokasi penggrebekan pertama, pada tanggal 20 Februari 2019 pukul 23.00 WIB yang berlokasi di Jl Setu Cikaret Rt.02/02 Kelurahan Harapan Jaya Kecamatan Cibinong, pemilik warung menjual minuman beralkohol dengan tidak dilengkapi ijin dan barang sitaan berjumlah 64 botol miras ditemukan. 
 

Menurut Agus Ridallah, Kabid Penegakan Peraturan Perundang – undangan Daerah, ”Alhamdulillah pada hari pertama dan kedua, pelaksanaan Operasi Tindak Pidana Ringan (TIPIRING) sangat baik dan sukses ini sesuai program Bupati Bogor yakni Nobat ( Nongol Babat), Kita tetap akan terus melakukan operasi miras dan si pelaku penjual miras kita bawa ke Pengadilan Negeri untuk di sidang TIPIRING, jadi kita berharap pada masyarakat untuk bekerja sama dan melaporkan bila ada warganya yang melakukan penjualan miras diwilayahnya dan kita ucapkan banyak terima kasih kepada warga yang sangat membantu terhadap Operasi Tindak Pidana Ringan (TIPIRING) MIRAS dalam dua hari ini.” ungkap Agus Ridallah.
  
Penyelenggaraan  Penegakan Disiplin Aparatur Daerah (PDAD) Kegiatan Gerakan Disiplin Daerah (GDD) telah berubah nama menjadi Kegiatan Penyelenggaraan Penegakan Disiplin Aparatur Daerah (PDAD) namun subtansinya tetap, yakni melakukan pemeriksaan terhadap pegawai di lingkup wilayah Kabupaten Bogor oleh Bidang Pembinaan Satpol PP Kabupaten Bogor. Seksi Bimmas & PSDA pada Bidang Pembinaan melaksanakan kegiatan Penyelenggaraan Penegakan Disiplin Aparatur Daerah (PDAD), Seksi Bimmas & PSDA pada Bidang Pembinaan bersama BKPP Kabupaten Bogor tanggal 19 Februari 2019 melaksanakan Penyelenggaraan Penegakan Disiplin Aparatur Daerah (PDAD) ke Puskesmas Bojonggede, Kecamatan Bojonggede dan besoknya tanggal 20 Februari 2019 Bimmas & PSDA pada Bidang Pembinaan, Prolap pada Sekretariat Satpol PP bersama BKPP Kabupaten Bogor melaksanakan Penyelenggaraan Penegakan Disiplin Aparatur Daerah (PDAD) ke Kantor Camat Citeureup. Dari hasil sidak ini terdapat 3 orang pegawai kecamatan Citeureup tidak menggunakan atribut lengkap dan diberi sanksi ringan berupa teguran. 


Pada hari Selasa, (10/02/19), Sub Bagian Umum dan Kepegawaian pada Sekretariat Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bogor melaksanakan siraman rohani atau pencerahan iman bagi pegawai Satpol PP yang beragama Islam, pengajian ini dilaksanakan setelah apel pagi yang dimulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 09.30 WIB, dengan penceramah Ustad TB. A. Zacky Syam dengan tema “ Cara Didik Anak Agar Tidak Terjerumus ke Arah LGBT ”. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat I Satpol PP dan kegiatan pengajian atau ceramah dibuka oleh Kasat Pol PP Kabupaten Bogor didampingi Sekretaris dan para Kabid.

Menurut Ustad TB. A. Zacky Syam,” Orang tua dan keluarga memiliki peran sangat penting untuk mencegah terjadinya penyimpangan seksual anak, agar tidak terjerumus dalam perilaku lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) karena semakin mudahnya akses teknologi informasi, sosmed (internet dan televisi) sangat mempengaruhi perilaku seksual anak anak atau remaja. "Orang tua harus memberikan edukasi dan pemahaman kepadanya tentang bahaya LGBT, dengan melalui kisah Nabi Luth dan kaumnya. Islam mengajarkan kita untuk mencegah sedini mungkin, Rasulullah pun mempunyai cara mencegah keluarga dan ummatnya berperilaku menyimpang. Sabda Nabi Muhammad SAW, “ Suruhlah anak-anak kalian mengerjakan shalat saat mereka berusia tujuh tahun dan pukullah mereka bila tidak mau mengerjakannya dan pisahkanlah tempat tidur mereka.” (HR. Abu Dawud). 

Berdasarkan hadits tersebut, ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh orang tua ;

1. Biasakan anak menjalankan sholat lima waktu karena sholat akan mencegah perbuatan buruk.
2. Pisahkan tempat tidur anak artinya seorang anak yang terbiasa tidur satu ranjang bersama saudaranya sesama jenis dapat muncul dalam dirinya kesenangan terhadap sesama jenis.
3. Jalin hubungan baik dengan anak.
4. Beri anak mainan sesuai gendernya.
5. Ajari anak menutup aurat
6. Berikan pemahaman tentang laki-laki dan perempuan

Agama Islam yang paling sempurna untuk membekali kehidupan manusia di dunia dan tentu saja memiliki solusi untuk hal ini. “

* Sumber : Satpol PP Kabupaten Bogor/Publikasi


Tidak ada komentar