Breaking News

Pokjawan Kota Bogor Akan Somasi Panitia CGM

KOTA BOGOR - Mendapat pengaduan dari salah satu anggotanya yang mendapat perlakuan diskriminasi dari oknum panitia saat akan melakukan peliputan acara Street Festival Cap Go Meh, Kelompok Kerja Wartawan (Pokjawan) Kota Bogor berencana akan melakukan protes keras.

"Kita akan melakukan protes kepada panitia pelaksanaan Cap GoMeh atas perlakuan diskriminasi terhadap anggota kami dalam meliput rangkaian acara Pesta Rakyat bertajuk "Katumbiri Lighting Festival 2019". Yang diselenggarakan di Jalan Surya Kencana, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor," tegas H. Deden selaku Penasehat Pokjawan Kota Bogor, usai menerima laporan dari anggotanya, Rabu, (19/2/19).

Dikatakannya, pengurus Pokjawan akan melayangkan surat dan bukan tidak mungkin persoalan ini di bawa ke ranah hukum. "Karena dalam Undang- Undang nomor 40 Tahun 1999 di jelaskan, setiap lembaga atau intansi lain yang mencoba menghambat kinerja Pers diancam hukuman satu tahun penjara atau denda 500 Juta," ungkap H.Deden.

Disamping itu, lanjut H Deden, pihaknya juga akan melakukan diskusi dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang ada di Bogor, agar hal ini jangan samapai di lakukan ber ulang-ulang," sambungnya.

Informasi yang dihimpun dari SL, salah satu wartawan Media Online yang merupakan anggota dari Pokjawan Kota Bogor dan juga anggota Forum Pers Independent (FPII) Korwil Kota Bogor, dirinya mengaku sudah mengikuti teknis yang berlaku dengan mendaftar dan melakukan regristrasi ulang guna mendapatkan Id card untuk melakukan peliputan acara tersebut.

"Tapi pada saat berada di media centere, tiba-tiba salah satu panitia yang di ketahui bernama Ogi meminta saya untuk turun, dengan alasan tidak membawa kamera dan media centre dibatasi hanya untuk media Tv. Bahkan, ada satu ungkapan dari salah satu oknum wartawan yang mengatakan bahwa sekarang banyak wartawan dan media online yang tidak jelas," tukas SL. (Red)

Tidak ada komentar