UPDATE

header ads

Puluhan Budayawan Lakukan Aksi Petisi Kembalikan Sumur Tujuh Pajajaran

KOTABOGOR – Puluhan budayawan, kembali mendatangi Cagar Budaya Sumur Tujuh Pajajaran, di Jalan Lawanggintung, Kelurahan Lawanggintung, Kecamatan Bogor Selatan Kota Bogor, Jum'at (4/1/19). 

Kedatangan para budayawan itu untuk melakukan aksi petisi kembalikan Sumur Tujuh yang telah rusak akibat oleh proyek yang di klaim tak berijin dari Pemkot Bogor. Dan, hingga hari ini tidak ada kejelasan bagi para budayawan dengan apa yang di upayakan Pemkot Bogor kepada pengembang proyek di area tersebut ataupun pemilik lahan.

Bunda Uli, salah satu tokoh masyarakat adat sunda dan juga pengurus dari Yayasan Kerajaan – Kerajaan Nusantara mengatakan, bahwa penandatanganan ini adalah bagian dari tata cara Masyarakat Sunda yang mengedepankan rasa santun dalam menghadapi sebuah persoalan.

"Adat sunda mengutamakan kearifan dan kasih sayang. Kita coba ajak pemilik dialog sebagai sahabat, jika tidak bisa kita tempuh upaya hukum melalui pemerintah dan wakil rakyat. Tidak ada aksi anarkis ataupun pengrusakan," ujar Wanita kelahiran Sumedang yang memiliki nama lengkap Uli Sigar Rusadi kepada masa yang hadir.

Ia juga menambahkan, upaya melemahkan sebuah bangsa adalah dengan di buramkannya sejarah dan dihilangkannya situs-situs bersejarah sebagai identitas dari sebuah bangsa. 

"Upaya melemahkan sebuah bangsa adalah dengan pemburaman sejarah, hilangnya situs-situs bersejarah. Sehingga bangsa itu kehilangan identitasnya," tambah Bunda Uli.

Acara yang berlangsung hingga sore tersebut berjalan dengan damai. Kendati demikian, Ia menegaskan bahwa hal ini akan dibahas lebih lanjut di Yayasan Kerajaan – Kerajaan Nusantara agar cagar budaya sumur tujuh tidak hilang seperti makam raja – raja Sumedang Larang yang dahulu Ia perjuangkan.

"Dahulu saya dua tahun bikin kemah agar makam raja – raja Sumedang Larang tidak tenggelam oleh pembangunan waduk, nangis saya saat menyaksikan makam leluhur saya tenggelam. Jangan sampai terulang dengan sumur tujuh ini," pungkasnya.(sally)

Posting Komentar