Breaking News

MPB Carikan Solusi Bagi Imigran Palestina Yang Terlantar Di Kabupaten Bogor

KABUPATEN BOGOR - Beredarnya pemberitaan dan video Imigran asal Palestina penjual kopi di kawasan Stadion Pakan Sari, Cibinong, Kabupaten Bogor yang sempat viral di berbagai jejaring sosial, membuat Ketua Organisasi Masyarakat Pejuang Bogor (MPB) Atik Yulis Setyowati tak tinggal diam. Wanita yang akrab di sapa Bunda Atik langsung berkordinasi dengan sejumlah SKPD dan Muspida di Kabupaten Bogor serta sejumlah ormas lainnya, Senin (21/1/19).

"MPB bersama Kang Wira pejabat dari imigrasi, Dandim 0621/Kabupaten Bogor, Polres Bogor, Satpol PP, Kepala Kesbangpol bersama Kang Sujana, Bu Yani Kasie Tagana, TRC, tim BKS, Danramil Cibinong, Habib Agil (Dewan komisi 2) melalui video call, teman-teman media, Kang Heri ketua L-KPK, masyarakat sekitar, turun tangan bersama menyelesaikan imigran sekeluarga," tutur Bunda Atik, Senin (21/1/19).

Menurutnya, keluarga Imigran tersebut tetap bersikeras untuk tetap tinggal di kawasan Stadion Pakansari dimana dirinya mencari nafkah dengan berjualan kopi. "Maunya ngotot tinggal di Gor Pakansari atau minta dibelikan rumah di sekitar sana (stadion) sambil jualan," ujarnya.

Lanjut Bunda Atik mengatakan, karena isu tersebut sudah viral, bahkan sudah sampai ke Presiden dan mengenai warga negara asing, dirinya berinisiatif memohon kepada semua agar diselesaikan secara kondusif dan persuasif.

"Kalau warga kita (Indonesia) mudah diajak mengerti tentang aturan, dan tinggal diberikan sangsi kalau membandel. Tapi karena menyangkut warga bangsa lain harus hati-hati menyelesaikannya agar tidak timbul masalah baru nantinya," tegas Bunda Atik.

Masih kata Bunda Atik, hasil kesepakatan dengan Habib Agil dan Habib Husein, masih pihaknya sepakat membantu mecarikan tempat sementara atau rumah kontrakan sambil mencarikan solusi untuk mereka, agar mereka mengerti dan memahami aturan yang ada.

"Mereka maunya sambil jualan di pakansari, kita kasih pengertian bahwa penertiban di sekitar Stadion bukan hanya kepada mereka saja, tapi kepada seluruh pedagang tidak diperbolehkan. Akhirnya mereka mengerti, Jika semua tidak boleh dagang mereka akan mengikuti yang penting diberlakukan sama dengan pedagang lainnya," jelas Bunda Atik.

"Saya butuh 2 x 24 jam untuk membantu mencarikan tempat bagi imigran tersebut. Permasalahannya mereka tidak mau tinggal di BKS atau di tempat penampungan para imigran imigran diwilayah Puncak," sambungnya.

Ia menambahkan, rencanannya pada Selasa (22/1/19) MPB bersama instansi terkait akan menyelenggarakan rapat termasuk dengan pihak kantor imigrasi.

"Besok kita planingkan rapat bersama dengan imigrasi, Kesbangpol, Dinsos, dan lainnya. Yang penting mereka mau pergi dulu sambil diajak bicara santai dengan Kang Husein. Kami yakin Pemda bisa menyelesaikannya dengan baik," pungkasnya.

Informasi yang dihimpun, keluarga imigran yang beranggotakan 5 orang tersebut datang menggunakan kapal laut dan tinggal di kawasan Stadion Pakansari, Cibinong Kabupaten Bogor. Menurut pengakuannya, mereka menetap di Bogor kurang lebih selama dua tahun dan mendapat kartu jaminan dari UN Refugee Agency (UNHCR).

Dalam video terakhir yang sempat viral itu salah seorang anak gadis terlihat sedang mengharapkan belas kasihan, sambil menunjukan tempat tinggal mereka yang berada dibawah tenda terpal. Bahkan, gadis kecil itu ingin menyampaikan keluhannya kepada Presiden. (Red)

Tidak ada komentar