UPDATE

header ads

Korban Angin Puting Beliung Di Kota Bogor Keluhkan Adanya Dugaan "Sunat" Dana Bantuan

KOTA BOGOR - Kabar tak sedap keluar dari program bantuan Gubernur Provinsi Jawa Barat untuk korban bencana angin puting beliung diwilayah Kelurahan Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor yang terjadi pada Desember 2018 lalu. Bantuan tersebut diduga terindikasi adanya "penyunatan" oleh oknum terkait.

"Semestinya warga mendapatkan dana bantuan untuk perbaikan rumahnya yang mengalami kerusakan ringan sebesar Rp 3 juta, namun nyatanya hanya medapatkan Rp 2 juta," kata salah satu warga RW 09 Kelurahan Cipaku, yang meminta tidak disebutkan identitasnya kepada wartawan, Rabu (02/1/18).

Ia menduga adanya pemotongan bantuan tersebut. Pasalnya, warga yang menerima bantuan diharuskan menyiapkan empat lembar kwitansi kosong, sementara satu lembar kwitansi ditandatangani di atas materai oleh ketua RW setempat.

"Informasi yang disampaikan RW seperti itu, kita harus siapkan kwitansi yang sudah ditandatangani sebanyak empat lembar, tapi yang satu harus bermaterai dan kena potongan Rp 1 juta. Udah gitu susah juga untuk mencairkan uangnya, dia (Oknum Ketua RW) juga bilang supaya jangan bilang ke siapa-siapa," tuturnya, menirukan Ketua RW yang juga salah satu calon anggota legislatif Dapil Bogor Selatan dari salah satu partai.

Menurutnya, kesulitan yang harus dihadapi para korban bencana, terjadi saat akan mencairkan dana bantuan tesebut di salah satu bank yang telah ditunjuk dan mendapatkan mandat dari pemerintah.

"Salah satunya, ada tetangga saya yang enggak bisa mencairkan, karena suaminya harus ikut ke bank. Padahal disini kebanyakan suami atau kepala rumah tangganya kerja di luar Bogor. Soalnya yang harus tanda tangan suaminya," keluhnya.

Atas adanya dugaan pemotongan dana bantuan dan kesulitan itulah, Ia bersama warga lainnya berharap agar proses pencairan dipermudah dan tidak menjadi objek permainan dari para oknum di lapangan.

"Kita ini kan sudah susah kena musibah, masa masih harus di persulit dan di permainkan. Lagi pula dana bantuannya juga enggak besar dan memang buat benerin rumah," tutupnya. (DN)

Posting Komentar