Kabupaten Lebak Kembali Raih Piala Adipura Dari KLHK

LEBAK - Kabupaten Lebak kembali meraih Piala Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Piala Adipura diserahkan langusng oleh Wakil Presiden Jusuf Kala kepada Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya, Senin (15/1/19).

"Ini adalah Piala Adipura kedua bagi Kabupaten Lebak setelah sebelumnya diraih pada 1993 silam," kata Iti Octavia kepada wartawan di Pondopo Kabupaten Lebak, Selasa (15/1/2019).

Iti mengungkapkan, rahasia diraih kembali Piala Adipura setelah 26 tahun silam antara lain, lantaran dirinya kerap dianggap sering marah-marah.

"Rahasianya yang pertama adalah komitmen, kemudian saya sering dibilang, bupati marah-marah saja. Ya memang itu harus, karena harus digeuingkeun (di sadarkan)," ungkapnya.

Iti memang dikenal sebagai bupati yang nyentrik. Tindakannya beberapa kali viral.
Satu di antaranya saat video dirinya marah tersebar luas di internet.

Peristiwa tersebut terjadi pada Oktober 2017 silam di kawasan wisata Baduy Luar di Kampung Ciboleger, Desa Bojong Menteng, Kecamatan Leuwi Damar, Banten. Iti marah saat mengetahui sebuah taman rusak akibat di atasnya didirikan bangunan.

Sejak menjadi bupati Lebak pada 2013 lalu, Iti memang gencar membangun taman di sejumlah tempat, tidak hanya di ibu kota Rangkas Bitung, tapi juga di Kecamatan-kecamatan lain.

Kehadiran taman-taman tersebut, kata bupati yang baru saja dilantik untuk periode kedua ini, berhasil membuat lingkungan kota menjadi cantik.

"Alhasil ini menjadi salah satu faktor kembali diraihnya Piala Adipura setelah beberapa kali gagal," ujarnya.

Selain itu, menurut Iti, Kabupaten Lebak juga dianggap berhasil mengelola tempat pembuangan akhir (TPA) sampah.

"Penataan sistem kontrol landfill kita dianggap bagus, lalu ada banyak pengadaan bak sampah, daur ulang sampah plastik dan organik, hingga gerakan untuk tidak menggunakan satu botol minum sekali buang," pungkasnya. (Ctr)

Posting Komentar

0 Komentar