Bupati Sukabumi Bersedih Dengar Cerita Korban Longsor

SUKABUMI - Cindy (8) tahun putri dari pasangan Tandi (31) tahun dan Yamih (27) tahun kini mengalami trauma yang mendalam. Pasalnya, saat bencana terjadi Cindy tengah melakukan perjalanan untuk  pergi mengaji seperti biasanya yang rutin ia lakukan bersama teman-teman lainnya setiap sore hari.

Di tengah perjalanan, langkahnya terhenti saat mendengar teriakan dan dentuman, Cindy pun berlari kearah asal suara itu, begitu hancur hatinya saat menyaksikan rumahnya luluh lantak tertimbun tanah.

"Wengi nangis wae milarian ibuna, 12 keluarga anjeuna sadayana janteun korban keuna longsor, geneup deui teu acan kapendak, mamah na ngantunkeun kena longsor. Atos di candak ka rumah sakit, kantun bapana nu aya, mung tina paha potong janteun teu tiasa nanaon.

(Semalam dia menangis terus memanggil ibunya, 12  keluarganya semua menjadi korban dan enam korban lagi belum di temukan. Ibunya meninggal dan sudah di bawa ke rumah sakit. Tinggal bapaknya yang ada, cuma enggak bisa apa apa karena tulang pahanya patah)," tutur Unasih menceritakan kepada Bupati Sukabumi H.Marwan Hamami, Rabu Pagi (02/01).

Mendengar cerita tersebut H. Marwan Hamami pun merasa terharu. Dan, sebagai bentuk keprihatinannya, Bupati Sukabumi memberikan santunan kepada keluarga korban.

"Nanti kita akan dampingi secara psikologi agar  traumanya hilang. Insya Allah, baik dari Pemerintah Daerah atau masyarakat, secara pribadi saya akan mencermati terutama bagi pendidikan anak ini yang keluarganya memang sudah tidak ada lagi" pungkasnya. (DR)

Posting Komentar

0 Komentar