Terkesan Asal-Asalan, Proyek Pembangunan Pasar Cilamaya Disoal

KARAWANG - Proyek pembangunan pasar Cilamaya yang akan dibangun tiga ( 3 ) lantai oleh kontraktor PT Mahesa Ratu diduga asal-asalan dan hanya mengeruk keuntungan dengan berbuat curang dan melanggar spek dari perjanjian yang telah di tetapkan dengan pengembang pasar Cilamaya.

Pasalnya untuk menunjang bangunan yang kokoh seharusnya menggunakan urugan tanah berkualitas, namun pihaknya hanya menggunakan tanah boncos sebagai urugan dasar pembangunan pasar. Selain itu, oknum yang menyediakan tanah urugan pun tidak menyertakan ijin quary dan hasil lab tanah yang seharusnya mereka siapkan.

Seperti yang dikeluhkan RD (40) selaku pengurus PT. Barokah Putra Delapan, yang mengaku merasa sangat kecewa dengan tanah urugan dari mereka. "Seharusnya menggunakan tanah berkwalitas super sesuai dengan perjanjian yang telah dibuat bersama, namun pada kenyataannya mereka menggunakan tanah boncos tanpa dilengkapi perijinan dari quary dan hasil lab nya pula," keluh RD, kepada Wartawan, Selasa (25/12/18).

Lanjut RD mengatakan, selain tanah, pemasangan pagar yang seharusnya menutupi jalan untuk menghindari kecelakaan malah berada di luar jalan.

"Bagaimana bila tanah urugan memenuhi jalan yang tidak tertutup, lalu di injak masyarakat pengguna jalan dan terjadi kecelakaan. Apalagi ini sudah masuk musim penghujan, siapa yang harus bertanggung jawab," pungkasnya. 

Sementara, dari pihak PT Mahesa Ratu belum ada yang bisa dikonfirmasi terkait hal itu. (Red)

Posting Komentar

0 Komentar