UPDATE

header ads

Diskominfo Minta Anggaran 5 M, Dewan Komisi C Sebut Itu Pemborosan

BULUKUMBA - Permintaan anggaran sebesar Rp 5 miliar oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (ABPD) 2019, dinilai merupakan pemborosan. Hal itu diungkapkan dalam rapat pembahasan mitra komisi C yang berlangsung di Sekretariat DPRD Bulukumba, Minggu (2/12/2018) kemarin.

Ketua Komisi C DPRD Bulukumba, H Patudangi Azis, permintaan Diskominfo yang tahun sebelumnya hanya Rp 2 miliar menjadi Rp 5 miliar, cukup signifikan. Di sisi lain, dengan anggaran yang sebelumnya, Diskominfo belum memberikan peningkatan pencapaian yang signifikan.

"Loncatan anggaranya sangat besar, itu KIPP dan Radio SPL perbaiki, kenapa tidak beroperasi padahal ini penting untuk publikasi kegiatan pemerintahan," kata H Patudangi dalam rapat.

Kadis Kominfo Bulukumba, Rudy Ramlan, yang menanggapi statement Patudangi meminta DPRD tidak hanya melihat dari luarnya saja.

Menurutnya, besarnya loncatan anggaran itu dikarenakan Diskominfo Bulukumba memiliki program kedepan untuk menjadikan Bulukumba sebagai Smart City.

"Kami berencana ingin menjadikan Bulukumba sebagai Smart City, jadi saya rasa DPRD tidak ingin melihat Bulukumba tertinggal dengan daerah lain," kata Rudy.

Rudy menambahkan, pembangunan tidak hanya berbicara pada infrastruktur saja, seperti jalan maupun jembatan, pun dari sisi teknologi sangatlah diperlukan, mengingat perkembangan zaman saat ini yang mengharuskan akses informasi yang cepat.

Radio SPL, kata Rudy, secepatnya akan kembali beroperasi, sisa menunggu hasil konfirmasi Kemenkominfo, pasca Pemkab Bulukumba telah mengajukan perizinan melalui aplikasi OSS secara online.

"Radio SPL telah 4 bulan ini berproses. Kami sudah membentuk dewan pengawas dan direksi radio sisa menunggu konfirmasi saja, karena kami telah mendaftar secara online. Terkait KIPP sudah lama ditanyakan di bagian hukum, 2019 akan dianggarkan untuk seleksinya," jelas Rudy. (CTR)

Posting Komentar