Breaking News

Diffabel Action Indonesia, Peringati Hari Ibu dan Disabilitas International

KOTA BOGOR - Dalam rangka memperingati Hari Disabilitas International dan Hari Ibu, Yayasan DIFFABLE ACTION Indonesia menyelenggarakan kegiatan "Potensi dan Inspirasi Difabel Kita" dengan Bazaar IncuBie Difabel (Handycraft & Kuliner) serta Bazaar Batik SAKERA "Special Prize", di Bogor Trade Mall Jl. Ir. Haji Djuanda Kota Bogor Tengah, Kota Bogor, Jumat (28/12/18).

Teguh, selaku Ketua Yayasan Difabel Action menuturkan, acara yang di isi dengan Talkshow dengan mengusung tema "Tulisan tangan dan Kepribadian - Menggali potensi diri (Grafologi)", ini berlaku untuk umum dan gratis tidak dipungut biaya. Kemudian dilanjutkan dengan pembagian hasil karya workshop Difabel (Decoupage, Terarium, Flanel, Mozaik Kancing)," tuturnya.

Dikatakannya, agenda Difabel Action setiap bulan selalu ada kegiatan dan tergantung tema yang di ambil. "Saya berharap mereka mau memupuk harapan dan impiannya disertai dengan do'a dari ibunya untuk bisa mencapai semua keinginannya," teguh.

Acara ini dihadiri oleh Kepala Dinas Sosial Kota Bogor, Dinas pendidikan dan puluhan peserta lomba serta orang tua dari para difabelitas yang didominasi 70 persen dari Kota Bogor dan sisanya adalah dari Kabupaten Bogor juga dari Jakarta.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Sosial Kota Bogor, Ir. H. Azrin Syamsuddin, M.Si menjelaskan, program ini selalu mendapat support dari pemerintah pusat, dalam setiap pelaksanaan keterampilan dan pelatihan dengan melibatkan balai pelatihan yang sudah sering ada kerjasama dengan pihak Dinas Sosial khususnya.

"Kita berharap dengan kemampuannya, mereka nanti bisa mandiri serta sejajar dengan yang lainnya. Salah satu contoh kita sudah membantu ada beberapa orang yang sudah diterima kerja di beberapa store yang besar seperti Lotte Mart dan Transmart," jelasnya.

Menurutnya, hanya orang tua kuat yang bisa mendidik anak-anak yang mempunyai kekurangan. "Tapi mereka juga mempunyai kelebihan yang harus dibina dan dipupuk. Kalau untuk Dinsos selama ini sudah berjalan program pelatihan dan pembekalan bagi para Difabelitas ini," imbuhnya.

Sementara itu, Ajat salah seorang ayah dari peserta difabel yang bernama Resya Octavia atau akrab dipanggil Caca siswa kelas 5 SLB Fitria Ciawi, mengungkapkan bangga dengan anaknya yang ikut serta dalam lomba khusus anak Difabel yang menyanyikan lagu yang berjudul "bunda". 

"Dengan segala keterbatasannya, Caca tetap semangat dalam menjalani sekolah dan kegiatan kesehariannya," ungkap Ajat.

Acara yang diselingi dengan fashion Show Ibu dan anak difabel, perform nyanyi, tari. Diakhir acara dilakukan pembagian hadiah bagi para juara sesuai dengan kategori lombanya serta poto bersama.( D2n/Sally)

Tidak ada komentar