Breaking News

Seminggu Tak Diangkut, Sampah Pasar Bojong Gede Menumpuk

KAB.BOGOR - Selama seminggu tidak diangkut oleh Petugas Kebersihan Kabupaten Bogor, sampah Pasar Bojong Gede menumpuk di tempat penampungan sementara yang berada di kawasan Kp. Sawah RT 01/08, Desa Bojong Gede, Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor. Akibat hal tersebut muncul bau yang menyengat dan mengganggu pemandangan bagi warga setempat.

Suhandi selaku Kepala keamanan Desa Bojonggede yang juga pengelola K3 mengatakan, sampah yang menumpuk di pasar sudah satu minggu tidak diangkut oleh petugas kebersihan dari dinas lingkungan hidup. Namunterkait hal itu pihaknya telah menyampaikan kepada pemgawas pengangkutan sampah dari UPT Kebersihan dan sudah mulai diangkut sedikit demi sedikit.

"Saya sudah berkoordinasi dengan pengawas pengangkutan sampah dari UPT Dinas Kebersihan, dan hari ini sudah mulai diangkut," jelasnya saat ditemui 87 Online News, Rabu (31/10/18).

Sementara itu saat dihubungi melalui telepon selularnya, Pengawas pengangkutan sampah dari UPT Kebersihan Heru mengatakan, lambannya pengangkutan sampah tersebut disebabkan kurangnya armada angkutan dan jarak pengangkutan juga menjadi penghambat.

"Disamping kita kekurangan armada, yakni hanya 8 unit untuk wilayah Bojonggede, juga jarak pengangkutan dari Bojonggede ke Galuga juga cukup jauh. Belum lagi antriannya," ungkap Heru.

Kendati demikian, pihaknya berjanji akan mengoptimalkan untuk melakukan pengangkutan secara bertahap.

"Hari ini sudah kita angkut, dan kita sudah siapkan juga surat jalan untuk pengemudi nya," imbuh Heru.

Senada diungkapkan Kabid Pemgelolaan Sampah pada DLH Kabupaten Bogor, H Atis Tardiana. Pihaknya rencananya akan menambah armada pada bulan Nopember ini. "Iya betul, nanti ada armada baru kita alokasikam ke sana," tambah Atis Tardiana, melalui WhatsApp messengger.

Terpisah, Kepala Desa Bojonggede, Dede Malvina mengatakan, untuk pengangkutan sampah pada awalnya 3 sampai 4 kali setiap minggu. "Selama ini kita bekerjasama dengan DLH, dengan sistem pembayaran per rit," jelasnya.

Menurutnya, dengan berbagai alasan klasik dari DLH tidak bisa menghambat volume sampah yang masuk. Untuk itu, pihaknya meminta minimal 2 hari sekali untuk pengangkutan sampah tersebut.

"Jadi kita butuh 5 sampai 6 rit perminggu atau minimal 2 hari sekali pengangkutan dengan jadwal yang pasti dan sistem kontrak yang baku dari DLH," pungkasnya. (IB/DS)