UPDATE

header ads

Program BSPS Desa Wangunjaya Diduga Tidak Tepat Sasaran

KAB.BOGOR - Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya  (BSPS), yang diberikan kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan tujuan harus tepat sasaran dan di rasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan diduga tidak sesuai harapan. Salah satu contoh di Desa Wangunjaya, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor.

Program dari kementrian tersebut penerima manfaat yang memang kategori mampu justru mendapatkan bantuan dari program BSPS. Sedangkan masyarakat yang memang harusnya mendapatkan dan layak dibangun justru tidak merasakan program dari Pemerintah tersebut.

Diketahui ketua kelompok program BSPS sekaligus RT Kampung Curug, Desa Wangunjaya, yang memang memiliki rumah dan layak huni justru mendapatkan BSPS. Sedangkan masyarakat berdindingkan bilik dan berlantai tanah justru harus gigit jari.

"Saya sudah 20 tahun tinggal disini, ya di syukuri ajalah pak memang bukan rezeki saya kali, sudah sering di foto oleh pihak Desa tapi ya memang belum dikasih aja" tutur Didi pemilik rumah tidak layak huni yang luput perhatian pemerintah.

Saat dikonfirmasi, Atma selaku ketua kelompok BSPS yang juga mendapatkan program tersebut, mengakui dirinya memang mendapatkan bedah rumah tidak layak huni sesuai dengan hasil survei dari tim Kementrian PUPR.

"Saya selaku ketua kelompok tidak tau apa- apa hanya mengawal barang dari matrial saja, soal saya dapat program BSPS itu pengalihan dari nama orang tua saya yang sudah meninggal lalu dialihkan menjadi nama saya, rencananya rumah lama saya buat anak," Beber Atma.

Sementara, menurut masyarakat RW 06, yang enggan disebut identitasnya mengungkapkan, dirinya kebingungan ketika Atma mendapatkan program rumah tidak layak huni. Menurutnya Atma kategori mampu," saya bingung pak Haji Atma mendapatkan bedah rumah, padahalkan dia sudah punya rumah. ya bisa disebut keluarga mampu sedangkan masih banyak rumah bilik disini," ujar warga yang engan di sebut inisialnya itu.

Rian selaku pendamping dari Dinas PUPR Kabupaten Bogor ketika di konfirmasi, membantah, bahwa menurutnya penerima manfaat atas nama Atma terkategori masyarakat mampu.

"Kalau kita acuannyakan dari Desa, sesuai data base dan kami survei langsung. Kami pun dari pihak PUPR memang survei bahwa atas nama Atma masih menumpang tinggal ditempat anaknya," kata Rian.

Adapun kata dia,  Atma memiliki mobil itu pemberian dari anaknya, sekarang kalau memang penerima manfaat berbohong. Ketika ada laporan dari masyarakat, "ya kami bisa tidak cairkan dana BSPS tersebut. Dan, kami akan laporkan ke pusat," pungkas Riyan. (My/Ed)

Posting Komentar