UPDATE

header ads

Masyarakat Kota Bogor Antusias Ikuti Penyuluhan Ciri-ciri Keaslian Mata Uang Rupiah

BOGOR - Untuk lebih mengetahui ciri-ciri keaslian mata uang rupiah terutama bagi masyarakat penyandang difable, Bank Indonesia (BI) melakukan sosialisasi ciri-ciri keaslian uang rupiah. Bertempat di aula Chrysant Gedung Harmony Yasmin Center Jalan KHR. Abdulah Bin Nuh Kota Bogor, Kamis (29/11/2018).

Sosialisasi dan penyuluhan yang mengusung Tema "Sosialisasi Ciri-ciri Keaslian Uang Rupiah", itu diikuti oleh ratusan masyarakat yang di dominasi kaum ibu - ibu kader PKK dari kelurahan dan kecamatan se-Kota Bogor. 

Sosialisasi diawali dengan pemberian materi oleh para narasumber serta diselingi pemberian gody bag dan hadiah bagi peserta yang mengajukan pertanyaan. Hadir dalam acara tersebut diantaranya Anggota DPR RI Komisi XI H.Ecky Awal Mucharam, Manager Divisi Penanggulangan Uang Palsu Husni Halimi SE, dan dari Yayasan Jasmina Foundation Ani Sumarni selaku panitia penyelenggara. 

Ditemui usai kegiatan, Manager Divisi Penanggulangan Uang Palsu Husni Halimi SE menjelaskan, apabila masyarakat mendapatkan uang rusak atau lusuh bisa langsung ditukar. Dan, pihak Bank akan melakukan penggantian 100 persen tanpa dikurangi sedikitpun kepada nasabah yang menukarkan uangnya. 

"Akan diganti full tanpa kurang sedikitpun. Namun sebelumnya harus di cek terlebih dahulu oleh petugas bank, apakah sesuai dengan kondisi fisik uang tersebut," jelasnya.

Disamping itu, masih kata Husni, ada beberapa pertimbangan tentang uang yang di makan rayap, setelah sesuai dengan kesepakatan pihak bank dan sudah melalui pengecekan, maka pihak BI akan mengganti 70 persen dari uang yang dimakan rayap bahkan bisa lebih dari 70 persen," ungkapnya.

Husni memaparkan, lain hal dengan uang yang terbakar atau hilang setengah, kondisi itu tidak bisa langsung di ganti. Melainkan harus di cek ke laboratorium terlebih dahulu secara teliti tentang keasliannya. 

"Itu pun nominalnya tidak sedikit, semisal 50 juta, nanti kita adakan penggantian sesuai penghitungan dari pihak Bank Indonesia. Tapi apabila masyarakat mendapati uang palsu, pihak BI tidak menerima penggantian uang tersebut," papar Husni.

Sedangkan, tambah Husni, khusus para Difabel untuk mengetahui keaslian uang palsu atau tidak cukup dengan meraba dari jumlah garis benangnya, ada satu atau dua.

Senada dengan Husni, H.Ecky Awal Mucharam menjelaskan, untuk para difabel harus mendapatkan perlakuan secara khusus terutama dalam kontek pengenalan uang.

"Saya sangat mengapresiasi, kegiatan sosialisasi ini. Terutama, sekarang dengan adanya tanda garis dua untuk para difabel, jadi artinya tanda khusus ini untuk mereka menjadi terfasilitasi," ujar anggota DPR RI Komisi XI ini.

Ecky menatakan, sudah saatnya dalam segala hal termasuk fasilitas umum, kesempatan kerja harus bisa mengadvokasi dan aktivasi bagi para penyandang difabel. Ia juga mengakui masih banyak masyarakat yang minim pengetahuan terkait keaslian uang.

"Masih banyak masyarakat yang minim pengetahuan terkait dengan keaslian uang. Karena itu, sosialisasi ini sangat bermanfaat bagi seluruh masyarakat khususnya bagi para peserta yang ikut hari ini," pungkasnya. (DN)

Posting Komentar