Breaking News

Isbat Nikah Terpadu Mempermudah Warga Untuk Memiliki Buku Agar Hak dan Kewajiban dalam Pernikahan Terlindungi

KOTA BOGOR - Pemerintah Kota Bogor (Pemkot) melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) bekerjasama dengan Pengadilan Agama Kelas 1 dan Kantor Kementerian Agama Kota Bogor menggelar Sidang Isbat Nikah Terpadu tahap kedua secara Gratis, Jum'at (9/11).


Kepala Bidang Pelayanan Pencatatan Sipil Disdukcapil Kota Bogor, Dra. Somia Kuas menjelaskan, Sidang Isbat Niah Terpadu tahap kedua ini, diikuti 56 peserta pasangan suami istri berasal dari lima kecamatan diantaranya dari Kecamatan Bogor Tengah 18 orang, Kecamatan Bogor Timur 9 orang, Kecamatan Bogor Selatan 17 orang, Kecamatan Bogor Utara 5 orang dan Kecamatan Tanah Sareal 7 orang," jelasnya.

Somia juga mengatakan, Sidang Isbat Nikah Terpadu yang dilakukan Disdukcapil bekerjasama dengan Pengadilan Agama dan Kementerian Agama ini bertujuan agar semua warga Kota Bogor yang sudah menikah tetapi belum tercatat secara resmi di Kantor Urusan Agama (KUA) atau yang disebut Nikah Sirih, bisa memiliki buku nikah. Dan selanjutnya untuk digunakan mengurus KK dan KTP serta Akta Kelahiran yang nama ayah dan ibunya tercantum.

"Jika sudah melakukan Sidang Isbat Nikah Terpadu kemudian peserta sidang menemui petugas KUA masing-masing yang sudah ada di lokasi Sidang Isbat untuk didaftarkan oleh petugas KUA dan di proses pembuatan Buku Nikah," kata Somia.

Sidag Isbat Nikah Terpadu ini lanjut Somia, mempermudah warga Kota Bogor untuk memiliki Buku Nikah sehingga hak dan kewajibannya dalam pernikahan terlindungi oleh Hukum Negara. Selain itu, jika sudah memiliki Buku Nikah, mereka bisa mengajukan Akta Kelahiran anak kepada Disdukcapil dengan mudah, sehingga hak sipil anak terpenuhi.

Salah seorang peserta Sidang Isbat Nikah Terpadu tahap dua, Rusli (29), warga Kelurahan Sukaresmi Kecamatan Tanah Sareal mengaku, mengikuti sidang Isbat dikarenakan belum memiliki buku nikah. Padahal Rusli menikah dengan Sriwahyuni (isrinya) sudah berjalan 10 tahun dan memilik satu orang anak.

"Saya mendaftarkan diri mengikuti sidang Isbat ingin pernikahan kami tercatat secara resmi pada hukum Negara. Terutama untuk mempermudah pendataan catatan sipil dalam mengurus Akta Kelahiran anak," pungkasnya.(Gandi)