Breaking News

Proyek Urugan Di Cileungsi Cemari Lingkungan Dan Membahayakan

KAB.BOGOR - Aktifitas pengurugan atau galian tanah merah yang berada di Jalan Raya Narogong, Kampung Cibeureum
tepatnya di samping perumahan Griya Kenari Mas di keluhkan warga Desa Cileungsi, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor. 

Pasalnya, keberadaan proyek pengurugan tersebut menimbulkan polusi udara dengan debu yang mengganggu pengguna jalan disana.
Parahnya lagi, terlihat antrian dump truk yang sering memarkir di bahu jalan.

Ironisnya, dalam proses pembersihan tanah yang berceceran sepanjang 500 meter di Jalan tersebut hanya di bersihkan dengan menggunakan air tidak begitu baik. Sehingga jalan mejadi licin dan membahayakan pengguna jalan lain, khususnya pengendara sepeda motor.

Anggi (35) warga setempat mengatakan, sudah beberapa hari ini pada aktifitas pengurugan tersebut banyak di keluhkan warga lainnya. "Belum lama ada pengendara terjatuh akibat jalan licin setelah di siram air oleh pihak proyek pengurugan disana, dan untungnya pengendara yang terjatuh tersebut tidak apa-apa," bebernya, Selasa (2/10/2018).

Sebab masih kata Anggi, jalan raya narogong merupakan jalan aktif yang tak jauh jaraknya ke lokasi pasar Cileungsi hingga perempatan flyover, bahkan banyak dilewati oleh kendaraan besar roda empat atau lebih, sebab jalan yang menuju arah kecamatan klapanunggal merupakan kawasan industri pabrik.

"Lokasi pengurugan maupun galian seperti ini sering ada di cileungsi, entah memiliki izin atau tidak, sebelumnya saja pernah ada galian kirab remaja yang belum lama ini sudah tutup. Yang di takutkan ketika nanti turun hujan jalan pasti licin dan kemungkinan besar banyak pengendara motor terjatuh bahkan menimbulkan korban jiwa, sebelum adanya korban lebih baik di bersihkan dengan benar," tutur Anggi kepada wartawan.

Menurutnya, hal itu diduga akibat lambannya penanganan dari pihak Muspika terkait seperti aparatur Desa, Kecamatan maupun aparat Penegak Perda. "Karena hal semacam ini menurut telah merugikan banyak pihak, yakni warga setempat terlebih lagi para pengendara yang melintasi jalan depan lokasi pengurugan disana. Apa harus tunggu ada korban dulu baru di tanggapi?," ujarnya.

Untuk mengantisipasi hal itu, warga meminta kepada pemerintah setempat agar menindaklanjuti keluhan akibat yang ditimbulkan oleh aktifitas proyek tersebut. (Yudhi)