Breaking News

Tanahnya Di Serobot Pemilik Lahan Laporkan Oknum Proyek Galian C

KAB.BOGOR - Proyek Galian C yang berada di Kecamatan Klapanunggal di Laporkan Polisi (LP) di Polres Bogor oleh pemilik tanah atasnama Pariyuwono, dengan lahan seluas 7.900 meter sesuai AJB yang di serobot oleh oknum pengusaha proyek Galian. Dan lahan yang tanahnya di curi untuk di jual oleh pengusaha proyek galian tersebut berada di Kampung Curug Dengdeng RT04/RW03 Desa Lulut, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor.

Menurut Engkos Kosasih selaku Penerima Kuasa dari Pariyuwono (Pemilik Tanah), merasa geram dengan pihak pengusaha proyek galian di desa lulut yang mencuri tanah lahan milik kliennya. "Keberadaan proyek galian C disana juga di duga dipertanyakan kelengkapan izinnya," katanya.

Dilapangan, bahwa lokasi proyek Galian C yang berada di dua desa di Gunung Leutik Kecamatan Klapanunggal di duga tak memiliki izin lengkap terkait galiannya, jika proyek tersebut berizin pastinya penggalian atau urugannya sesuai lokasi peruntukan yang tertera secara teknis awalnya.

Menurut Engkos, sebelumnya pada Senin (24/9/2018) lalu dirinya mendapat informasi kalau ada galian yang merangsek ke lahan milik Pariyuwono. "Begitu saya cek ternyata benar adanya, lahan saya sudah acak-acakan dibagian belakang bahkan jalan desa tepat dilokasi lahan klien saya juga di gali, padahal jalan itu untuk batas jalan desa dengan lahan klien saya, tapi pun sudah habis," ujarnya.

"Mirisnya lagi, lahan klien saya sekarang sudah dalam seperti kobangan karena digali. Dan kita ke lokasi langsung saya lakukan penyetopan dan semua alat berat naik keatas, lalu saya tinggal dan sore saya datangin lagi ternyata mereka melanjutkan galian lagi di lahan saya, dengan menurunkan lagi beko kebawah," ungkap Engkos kepada wartawan.

Engkos melanjutkan, kegiatan (proyek galian c.red) menggunakan 4 unit excavator dan puluhan dumptruk tronton kapasitas 30 ton. Dan keesokan harinya pemilik proyek galian mengajak mediasi dan tidak ada titik temu, perkiraan tanah yang sudah di serobot atau mereka ambil dari lahan milik Pariyuwono kurang lebih sedalam 6 - 8 meter dengan luas sekitar 2 - 4 ribu meter di lokasinya gunung leutik.

"Pada tanggal 26 dan 27 September lalu melakukan mediasi, setelah diadakan mediasi dengan team penggali dan mereka menyanggupi untuk mengganti rugi. Tapi selang sehari mereka berubah pikiran malah ga jelas," bebernya.

Menurutnya, karna pengusaha atau pemilik proyek galian c tersebut tak memiliki etikat baik atas hasil mediasi tanggal 26-27 september lalu, akhirnya tim kuasa maupun kuasa hukum atasnama Pariyuwono selaku pemilik tanah melakukan Laporan Polisi (LP).

"LP tersebut kita buat pada tanggal 29 September 2018, dan tim penyidik unit satu sudah ke lokasi, karna yang masuk pada LP tersebut terkait masalah Pengrusakan dan Pencurian secara bersama-sama, sekarang tinggal tunggu hasilnya sekaligus kita kawal hingga meja hijau," pungkasnya.

Masih kata Engkos, galian c tersebut adalah bisnis dibawa keluar untuk di jual. "Kita berharap dan meminta kepada pihak Polres Bogor agar secepatnya melakukan tindakan, dan jika diperhatikan semua permasalahannya bisa pada pihak di lapangannya karna adanya unsur kelalaian yang di anggap kesengajaan untuk mencuri tanah basah dari bidang lahan oranglain," ungkapnya. (YD/IB)