Breaking News

Serentak Nasional, KPU Kota Bogor Gelar Sosialisasi Gerakan Melindungi Hak Pilih

KOTA BOGOR - Komisi Pemilihan Umum (KPU) di seluruh Indonesia secara serentak menyelenggarakan Gerakan Melindungi Hak Pilih (GMHP), salah satunya di kantor KPU Kota Bogor, bertempat Jalan Loader No. 7, Kelurahan Barangsiang, Kecamatan Bogor Tengah. Rabu, (17/10/18).

Ketua KPU Kota Bogor, Undang Suryatna mengatakan, GMHP ini merupakan program KPU setelah rapat pleno Daftar Pemilih Tetap (DPT) hasil perbaikan pada tanggal 16 September 2018 lalu. Dalam hal ini, KPU diberikan kesempatan selama 60 hari untuk melakukan penyempurnaan data pemilih.

"Penyempurnaan-red ini, terkait hal apabila ada pemilih yang sudah memenuhi syarat tetapi belum terdaftar dalam daftar pemilih. Maka pemilih bisa memberikan tanggapan baik terhadap KPU, tingkat kecamatan maupun kelurahan. Karena KPU sendiri sudah membentuk posko GMHP disetiap tingkatan penyelenggara pemilu," kata Undang.

Kedua, lanjut Undang, apabila ada tanggapan masyarakat bahwa pemilih sudah tidak memiliki syarat, misal karena meninggal dunia atau karena perubahan status sipil menjadi TNI/POLRI maupun apabila ada elemen data yang salah atau tidak lengkap.

"Inilah kesempatan untuk memperbaiki hal itu, termasuk apabila ditemukan pemilih ganda. Oleh karena itu, dengan adanya GMHP serentak secara nasional ini kita mengundang kepada seluruh elemen masyarakat untuk melakukan pengecekan secara bersama sehingga dapat memastikan seluruhnya terdaftar dalam daftar pemilih," ucapnya.

Undang menjelaska, apabila masyarakat ingin mengecek daftar pemilih, bisa melalui website www.lindungihakpilihmu.co.id dan bisa juga dengan mengunduh aplikasinya di playstore yang bernama KPU RI PEMILU 2019.

"Jadi GMHP ini sebagai upaya agar seluruh warga negara Indonesia yang sudah memiliki hak pilih dapat terdaftar didalam daftar pemilih, sedangkan yang tidak memenuhi syarat sebagai pemilih nanti akan dicoret di daftar pemilih," jelasnya.

Namun, Undang menambahkan, bagi elemen masyarakat yang terdapat kesalahan maka hal itu bisa diperbaiki sehingga akan terbentuk data pemilih yang akurat, komprehensif dan mutakhir. Selain itu, ini juga merupakan upaya yang dilakukan oleh KPU agar Pemilu 2019 lebih berkualitas. 

Sementara, bagi masyarakat yang tidak terdaftar saat pengecekan di aplikasi KPU RI PEMILU 2019 bisa mengklik lapor dan memasukkan identitasnya, sehingga nanti aplikasi KPU RI PEMILU 2019 akan dikirim datanya sesuai alamat yang bersangkutan atau sesuai alamat KTP. 

"Jadi nanti KPU RI PEMILU 2019 akan mengirimkan datanya ke-Kelurahan sesuai alamat, kemudian nanti kelurahan akan mengecek ke disdukcapil apakah yang bersangkutan benar beralamat disana. Jika sudah dipastikan yang bersangkutan bertempat tinggal sudah sesuai dengan yang dilaporkan, maka nanti datanya akan dimasukkan kedalam daftar pemilih," paparnya. (Gandi)