Breaking News

Mr.Kan : Bu Menkes, Apakah Orang Sakit Ditentukan Atas Kemauannya Sendiri ?

JAKARTA - Mr.Kan Pengamat Hukum, mengkeritisi pernyataan Menteri kesehatan Nila Moeloek yang telah menyampaikan dan meminta agar rakyat jangan sakit, "kalau bisa janganlah sakit" 

"Maaf Ibu Nila yang terhormat , Apakah ada orang yang sakit atas kemauan dirinya sendiri ? Semua manusia pasti dapat mengalami sakit. Mana ada orang yang mau sakit? Terkadang orang hidup yang menjalankan pola hidup sehat juga tetap bisa sakit," ungkap Kan Hiung melalui pesan singkat WhatsAp messenger yang di terima redaksi. Sabtu, (20/10/18).

Ia menegaskan, BPJS Kesehatan adalah Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan yang merupakan Badan Hukum Publik yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden dan memiliki tugas untuk menyelenggarakan jaminan Kesehatan Nasional bagi seluruh rakyat Indonesia, terutama untuk Pegawai Negeri Sipil, Penerima Pensiun PNS dan TNI/POLRI, Veteran, Perintis Kemerdekaan beserta keluarganya dan Badan Usaha lainnya ataupun rakyat biasa.

"Seperti yang kita ketahui, rakyat Indonesia yang ingin mendapatkan jaminan kesehatan dari BPJS harus mendaftarkan diri dan setiap bulan harus membayar premi seperti layaknya asuransi jiwa yang bersifat komersial ada kelas 1, 2 dan 3. Untuk melakukan klaim BPJS tidak semudah asuransi yang bersifat komersial. Prosedur BPJS lebih rumit. Penyakit tertentu dan obat-obatan pun tidak semua ditanggung," tegasnya.

Mr. Kan juga mempertanyakan , apakah di dalam praktek, BPJS sudah menjalankannya fungsi dan manfaatnya yang sesuai profile dan visi misi yang sebagaimana mestinya? Saya rasa masih agak jauh.

"Jadi berdasarkan pengamatan saya, Ibu Nila sebagai seorang menteri kesehatan tidak patut minta orang jangan sakit, emangnya ada orang yang mampu menghindar dari sakit ? Sekali lagi, apakah orang yang sakit dapat ditentukan dari kemauan dirinya sendiri ? Tentu tidak, semua orang hidup yang waras pasti berdoa berharap dirinya dan keluarganya sehat walafiat atau berharap agar tidak sakit-sakitan," imbuhnya.

Menurutnya, Sepatutnya Ibu Nila sebagai seorang menteri kesehatan turut mendesak BPJS agar sistem keuagannya segera diperbaiki, agar kedepannya BPJS tidak lagi terus menerus mengalami defisit dan agar BPJS tetap dapat menjamin kesehatan seluruh rakyat Indonesia dan dengan pelayanan yang lebih baik," punkasnya.

Sumber rilis : Mr.Kan Pengamat Hukum.