Breaking News

Menggagas Kembali Peran Stategis Kaum Santri

BOGOR - Peringatan Hari Santri Nasional menjadi momentum menumbuhkan kembali spirit peran santri dalam kehidupan masyarakat dimana rongrongan arus globalisasi yang banyak mengikis nilai-nilai moralitas. 

Santri harus bisa menjadi bagian solusi atas persoalan yang dihadapi bangsa saat ini, khusus yang berkaitan moralitas anak bangsa yang semakin jauh dari nilai-nilai dengan tetep menjaga tradisi dan merawat kebersamaan. Selain itu kaum santri harus mampu berperan aktif dalam setiap pembangunan. 

Dalam Momentum Hari Santri Nasional terbentuknya suatu wadah bernama "Rumah Santri" Rumah Santri ini sebagai rumah besar kaum sarungan yang berkeinginan mempersatukan kembali untuk mempertegas akan peran santri yang sesungguhnya. 

Turut hadir para Kyai/Ajengan dan para asatid dalam acara Ta'aruf Rumah Santri dan Pembukaan Pengajian Rutin jamaah yang hadir mengapresiasi terbentuknya wadah persatuan rumah santri.

KH. Jamiunnas, salah satu dewan penasehat berpesan dalam sambutannya agar senantiasa meningkatkan ukhuwah islamiyah dan syiar islam. "Saya apresiasi kepada para ustadz-ustadz muda (penggagas dan pengurus rumah santri) yang mau bergerak membuat wadah Rumah Santri untuk menyatukan para ustadz dan para kyai (ulama) untuk memperkuat Silaturrahmi para ulama," ungkap KH. Jamiunnas.

Pada kesempatan itu, Ustadz Nurkawabib selaku Ketua Rumah Santri berpesan, di momentum Hari Santri Nasional agar senantiasa memperkuat jalinan Ukhuwah Islamiyah. "Jangan sampai kita di adu domba, karena modal kekuataan kita adalah kebersamaan. Semoga Rumah Santri menjadi salah satu wadah wasilah dalam rangka memperkuat peran santri yang sesungguhnya," harapnya.

Sementara itu, Ruhiyat Sujana selaku Sekretaris yang juga menjadi salah satu penggagas terbentunya wadah Rumah Santri berharap Rumah Santri bisa menjadi Rumah Besar kaum sarungan untuk memaksimalkan peran keummatan dan menumbuhkan semangat persatuan.

Peserta yang hadir para ustadz dan kyai dengan jumlah seratus orang lebih yang terdiri dari beberapa kecamatan, target tahun pertama Wilayah Bogor Barat dan tahun berikutnya Wilayah yang lainnya dikabupaten Bogor. (IB)

Sumber Rilis : Ruhiyat Sujana.