Breaking News

Gala Desa 2018 Resmi Dibuka, Wabup Himbau Jaga Kekompakan, Persatuan Dan Persaudaraan

KAB.KAMPAR - Bupati Kampar Azis Zenal yang melalui Wakil Bupati (Wabup) Kampar Catur Sugeng Susanto,SH mengingatkan agar dapat menjaga kekompakan tim, menjaga persatuan dan persaudaraan karena menang kalah bukan yang utama.

Hal itu disampaikan catur Sugeng Susanto saat memberi sambutan sekaligus membuka event perdana Gala Desa di Provinsi Riau 2018 yang dilaksanakan di GOR Tuanku Tambusai Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, minggu (28/10/18).

Wabup menuturkan, bahwa gala desa adalah olahraga yang mengedepankan sportifitas dan semangat berolahraga sehingga dapat menghasilkan bibit pemain olahraga yang betul-betul berprestasi dan bibit pemain berbakat yang ada didesa.

"Kegiatan ini program dari Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia yang pertama kali dilaksanakan di Provinsi Riau serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia. Serta merupakan suatu kebanggan dan prestasi tersendiri bagi Kabupaten Kampar ditunjuk dan dipercaya oleh Kemenpora sebagai Kabupaten Pertama pelaksanaan event gala desa ini," tutur Wabup.

Selain itu Wabup berpesan agar peserta mengikuti pertandingan dengan semangat yang tinggi. "Juara pada kegiatan ini akan mewakili Kabupaten Kampar di tingkat yang lebih tinggi seperti ke Provinsi bahkan sampai ke tingkat pusat nantinya," pungkas Wabup.

Sementara itu Deputi Kemenpora RI DR. Rd. Ismanta, M.Pd menyampaikan event gala Desa ini serentak dilaksanakan di Indonesia dengan tujuan untuk mencari bibit pemain olahraga di desa yang memang berbakat dan berprestasi. 

"Event Gala Desa 2018 ini akan digelar di 136 Kabupaten dan kota dari 34 provinsi Indonesia. enam cabang olahraga dipertandingkan diantaranya bola voli, sepakbola, tenis meja, sepak takraw, atletik, dan bulutangkis," jelasnya.

Ismanta menambahkan event Gala Desa sebagai program unggulan yang disiapkan Kemenpora dalam rangka mencari calon-calon atlet yang ditemukan di desa-desa yang kurang mendapatkan kesempatan. Ini juga sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung pembinaan olahraga.

"Bersama dengan itu, kami juga ingin mencari bibit-bibit atlet usia dini dari seluruh kalangan masyarakat di pelosok desa yang berpotensi untuk dijadikan sebagai atlet profesional milik Indonesia," tuturnya. (Irfan)