UPDATE

header ads

Mr.Kan : Apa Kesalahan Ustadz Suka Melucu Sehingga Ingin Ditertibkan ?

JAKARTA - Pengamat hukum dan politik, benama lengkap Mr. Kan Hiung memberi tanggapan dan kritiknya terhadap salah satu berita Media Online, yang berjudul "Kemenag Akan Tertibkan Ustadz Suka Melucu.

Dirinya mempertanyakan, apakah para tokoh agama yang berprofesi sebagai penceramah tidak diperbolehkan mengisi sebagian Ceramah melucu? Apakah hal seperti itu termasuk melakukan suatu kesalahan dan atau apakah bakal dianggap suatu tindakkan kejahatan, sehingga kementerian agama ( KEMENAG ) ingin menertibkan hal semacam itu ?

"Saya kira jika kemenag terapkan peraturan semacam itu akan berpotensi tinggi menuai berbagai kontra di masyarakat. Karena berdasarkan ilmu hukum, peraturan seperti itu sangatlah tidak masuk di akal sehat dan bertentangan dengan istilah "Asas Praduga Tak Bersalah, presumption of innocent," tutur Mr. Kan melalui pesan Whatsapp messenger yang di terima redaksi, Sabtu (22/9/2018).

Kan mengatakan, hukum adalah berbagai peraturan-peraturan yang sudah dibuat, disepakati dan kemudian diterapkan yang sifatnya mengikat di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

"Jadi yang disebut suatu peraturan dapat juga disebut suatu hukum yang dapat juga dianggap   undang-undang,"katanya.

Lanjutnya memaparkan, Jika suatu peraturan, yang akan diterapkan dan kemudian tidak memiliki rasa keadilan didalam masyarakat, lanjutnya, maka peraturan itu tidak dapat disebut hukum, karena hukum itu harus adil dan pasti.

"Kembali lagi ke persoalan diatas ini, dalam kesalahan apa ustadz yang suka melucu sehingga ada rencana untuk ditertibkan? Apakah semua tokoh agama yang profesinya sebagai penceramah yang suka mengisi sebagian ceramahnya melucu akan ditertibkan? " Ujar Kan meminta alasan.

Ia merasa sangat aneh saat membaca berita tersebut, sehingga nuraninya terpanggil untuk memberikan sedikit komentar atas penyampaian kemenag seperti berita yang di tulis di media online tersebut.

"Dalam ilmu hukum yang saya pelajari, dapat saya berikan sebuah pertanyaan, "In what mistakes did someone's actions have to be disciplined? yang artinya " Dalam kesalahan apa sehingga tindakkan seseorang harus ditertibkan?," pungkasnya.

Sumber rilis : Mr.Kan Pengamat Hukum dan Politik.

Posting Komentar