UPDATE

header ads

Ribuan Hektar Sawah Di Kabupaten Subang Terancam Gagal Tandur

SUBANNG - Akibat kurangnya pasokan air, ribuan hektar sawah diwilayah Kabupaten Subang diantaranya di Kecamatan Pamanukan, Kecamatan Legon Kulon, Kecamatan Pusaka Jaya dan Kecamatan Pusaka Negara terancam gagal tanam (tandur).
Kepala desa (Kades) Karang Mulya, Kecamatan Legon Kulon, H. Yaya menuturkan, hal itu diakibatkan kurangnya pasokan air di SS (saluran sekunder) pengarengan dan ini terjadi setiap tahun terutama pada musim kemarau.
"Luas area persawahan di desa kami sekitar 360 hektar, dan kerugian ditafsir sekitar ratusan juta bahkan milyaran rupiah permusimnya," tutur Kades.
Yaya berharap kepada pemerintah, baik Daerah, Provinsi ataupun Pusat untuk turun tangan mencari solusinya agar di musim yang akan datang jangan ada lagi kegaduhan yang mengancam di sektor pertanian yang berdampak pada perekonomian.
"Jika terjadi gagal tanam ini akan berdampak pada perekonomian di desa kami. Dan, tidak menutup kemungkinan pajak daerah pun akan terkena dampaknya," ungkapnya.
Terpisah, Tartim salah satu warga Desa Rancadaka Kecamatan Pusaka Negara mengaku mengalami hal yang sama yakni terancam gagal tanam.
"Ini diakibatkan adanya pembagian buka pintu di PJT Salam Darma yang terbagi menjadi 3-3-2 di masing-masing ruas di Desa Pusaka Jaya, Sukaresmi dan Sukawera mendapatkan jatah 3 hari 3 malam di Ruas 1 di Desa Compreng, Sukaseneng dan Desa Karang Anyar, Pasir Malang serta Desa Bojong Jaya," paparnya.
Menurutnya, ketika mendapatkan jatah 3 hari 3 malam di ruas 2 Dan di ruas 3 pintu 9 dan 10 Sukamanah Simpang Karang Sari, Rancadaka, Sukamulya dan Rawa Desa mendapatkan jatah 2 hari 2 malam hanya dua kubik saja jatahnya.
"Bayangkan saja luas area persawahan di desa Rancadaka sekitar 867 hektar, dan ini tidak akan mungkin jatah air yang di berikan oleh pengairan bisa mensuplai area persawahan yang begitu luas," ujarnya.
Tartim menambahkan, jika pembagian jatah airnya seperti sebelumya, dengan memakai cara 3-4-4, pasokan air yang datang ke Desa Ranca Daka akan terpenuhi. "Kami tidak akan terancam gagal tanam," pungkasnya. (Hendrizal Sergap/Red)

Posting Komentar