Breaking News

Ahmad Heryawan: Tanpa Usaha Para Petani Kedaulatan Pangan Akan Sulit Tercapai

KAB.BOGOR - Peringatan Hari Krida Pertanian (HKP) ke-46 Tingkat Provinsi Jawa Barat, Tahun 2018 dipusatkan di Halalaman Stadion Pakansari Cibinong, Kabupaten Bogor selama 3 hari mulai tanggal 27 sampai dengan 29 Juli 2018.

HKP di buka secara langsung oleh Bupati Bogor, Hj. Nurhayanti dan Gubernur Jawa Barat yang di wakilkan oleh Asisten Pemerintahan Hukum dan Kesejahteraan Sosial  Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Dadi Iskandar.

Dalam sambutannya, Asisten Pemerintahan Hukum dan Kesejahteraan Sosial Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Dadi Iskandar menuturkan HKP yang setiap tahunnya diperingati pada hakekatnya adalah hari besyukur segenap masyarakat petani, peternak, nelayan, pegawai dan pengusaha yang bergerak di sektor pertanian kepada Tuhan Yang Maha Esa juga hari berbangga hati atas prestasi dan hasil yang diperoleh setelah setahun bekerja untuk memenuhi kebutuhan pangan segenap masyarakat serta hari intropeksi diri yaitu dengan melihat kekurangan serta kelemahan yang dihadapi di masa lalu untuk perbaikan ke depan.

Menurutnya, permasalahan utama pertanian yaitu irigasi, ketersediaan benih unggul bersertifikat, pengadaan dan distribusi pupuk, pengadaan dan distribusi alat mesin pertanian (Alsintan) mengingat persoalan pertanian tidak bisa diselesaikan sendiri oleh jajaran pertanian, sehingga pembangunan pertanian memerlukan dukungan instansi terkait khususnya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Bulog, Kementerian Perdagangan, TNI-AD, Pemerintah Daerah dan Swasta dan yang paling utama adalah para petani.

"Peringatan HKP hendaknya dijadikan momentum untuk merapatkan sinergitas dalam meningkatkan kontribusi nyata terhadap pembentukan kapital, penyediaan pangan, penyedia bahan baku industri, pakan dan bio energi, penyerap tenaga kerja, sumber devisa negara dan pendapatan, peningkatan pendapatan petani dan pelestarian lingkungan," tuturnya.

Pada kesempatan itu, Bupati Bogor Nurhayanti mengatakan, HKP merupakan bentuk apresiasi pemerintah kepada masyarakat atas seluruh kegiatan usaha pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan dan kehutanan di Jawa Barat, sekaligus mengevaluasi pertumbuhannya dalam konteks pembangunan daerah. 

"Selaku Bupati Bogor, saya mengucapkan terima kasih kepada petani dan semua pihak yang telah meningkatkan pertanian. Melalui HKP ke-46 ini kita tingkatkan kualitas pangan untuk kemajuan dan kesejahteraan petani serta nelayan, khususnya di Jawa Barat," kata Nurhayanti, saat mengunjungi stand produk pertanian, Jumat (27/7/18).

Sementara itu, Ahmad Heryawan yang hadir sebagai tokoh petani Jawa Barat memberikan apresiasi kepada petani. Dikatakannya, petani adalah penting, tanpa usaha para petani kedaulatan pangan akan sulit tercapai.

"Setelah orang tua dan guru yang harus dihormati adalah para petani, karena petani adalah pejuang pangan yang sangat luar biasa. Para petani bahkan yang paling berperan untuk kedaulatan pangan," kata mantan Gubernut Jawa Barat yang akrab disapa Kang Aher.

Mantan Gubernur Jawa Barat dua periode itu juga menegaskan, jika ingin membuat stabilitas ekonomi secara kokoh maka berpihaklah pada kesejahteraan kelompok masyarakat paling besar yakni petani dan nelayan. Karena sampai saat ini jumlah petani dan nelayan di negeri ini menurutnya masih di sekitaran 50 persen.

"Kalau 50 persen bangsa ini terdiri dari petani dan nelayan kemudian disejahterakan dengan baik maka dampaknya akan sangat luar biasa, sebab kalau ada keberpihakan pada petani dan kesejahteraan petani meningkat kesejahteraan Indonesia meningkat 50 persen, dampaknya petani akan membeli produk-produk diluar pertanian yang juga akan meningkat," pungkas Aher. (Ibra)