UPDATE

header ads

Satpol PP Kota Bogor Gelar Sidang Tipiring Kasus Penebangan Pohon Di Transmart Yasmin

KOTA BOGOR - Satuan Polisi Pamong Peraja (Satpol PP) Kota Bogor, menggelar sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) kasus penebangan pohon yang di lakukan oleh pihak pengembang Transmart Yasmin di Jalan Abdullah bin Nuh, Tanah Sareal, Kota Bogor.

Kepala Satpol PP Kota Bogor, Herri Karnadi menuturkan, sidang kasus yang di gelar hari ini adalah sidang kedua pada kasus yang sama yaitu penebangan pohon sekitar 7 bulan pada akhir tahun lalu.

"Berbeda dengan yang sebelumnya, pada kasus kali ini memakan waktu agak panjang. Mulai dari olah TKP, intruksi dari Pak Walikota sampai dengan melihat siapa yang bertanggungjawab soal penebangan tersebut. Jadi memang bukan soal transmartnya ternyata, melainkan si Pemilik lahan yang bertanggung jawab atas penebangan pohon tersebut," tuturnya usai sidang Tipiring di Mako Satpol PP, Jalan Pajajaran, Bogor Utara, Rabu (06/06/18).

Adapun vonis yang dijatuhkan, Lanjut Herri, berbeda dari sebelumnya. "Bahkan saya sendiri tidak menyangka, mungkin Hakim punya pertimbangan sendiri. Itu independensi beliau lah," imbuhnya.

Herri menjelaskan, besaran denda yang dibebankan senilai Rp 20 juta, dan lima juta lebih rendah dari sebelumnya walaupun hanya 3 pohon. "Kenapa itu bisa terjadi, karena memang pertama mereka sudah mengurus izin, bahkan sudah punya ijin ke kementrian dan dari badan transportasi Jabodetabek (BPTJ) kemudian mengurus izin ke Pemkot Bogor dan saat itu perizinannya sendiri on progres," jelasnya.

Terus yang kedua lanjutnya, pihak Transmart juga memboling pohon tersebut atas saran dari pihak Dinas Pertamanan. "Jadi tidak ditebang, kalau di tebang pohon akan mati. Usia pohon tersebut sekitar 10 sampai 20 tahun, itu pohon di boling dan sekarang pohonnya sudah tumbuh tunas lagi jadi bisa ditanam meski sudah tumbuh besar walaupun sebagian daunnya dipangkas," jelasnya.

Yang ke tiga masih Kata Herri, mereka bersedia membayar kompensasi dengan memberikan 1160 bibit pohon dengan tinggi dua meter dan diameter sekitar 5 - 10 centi sesuai dengan yang diatur oleh dinas pertamanan.

"Untuk besaran denda tersebut nantinya akan menjadi kas negara, dan kempensasi bibit pohon akan menjadi aset daerah," pungkasnya. (Gandi/Ibra)

Posting Komentar