» » » » » Sambil Sosialisasi Program Jabar Cageur, Hasanuddin Soroti Mangkraknya Masjid Agung

BOGOR - Memasuki hari ketiga bulan Ramadhan, Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut dua, Tubagus Hasanuddin kembali melakukan silaturahmi dan kampanye di wilayah Kota Bogor. Dalam agendanya, calon yang berpasangan dengan Anton Charliyan atau Hasanah ini bersilaturahmi kerumah - rumah Ketua PAC PDI Perjuangan serta bertatap muka langsung dengan warga Kota Bogor.

Usai bersilaturahmi dan mendengarkan langsung berbagai aspirasi warga dari siang sampai sore hari, Hasanuddin mengaku, setelah dirinya berkeliling diberbagai wilayah ternyata Kota Bogor ini tidak seindah yang dibayangkan, bahkan dirinya sampai menemukan berbagai persoalan - persoalan atau masalah - masalah terkait pembangunan yang hingga saat ini masih belum selesai, yang kemungkinan ada dugaan mengarah kepada tindakan korupsi. 

"Setelah berkeliling, ada bangunan masjid yang saat ini pembangunannya tidak selesai atau mangkrak dan itu seharusnya diselesaikan, bahkan dipidanakan jika perlu karena mengapa uang miliaran diterbengkalaikan begitu saja," ucap Hasanuddin usai berbuka puasa bersama warga di rumah kediaman Bapak Agus selaku Wakil Ketua PAC Bogor Timur, Komplek Perumahan Unitex Tajur, Jalan Mawar 4 No. 1, Kelurahan Sindang Rasa, Kecamatan Bogor Timur, Sabtu (19/05/2018).

Setelah ditinjau, sambung Hasanuddin, jika ingin dibangun kembali itu harus dibongkar ulang, karena resapan airnya sudah tidak memadai dan memasuki pondasi sehingga harus dibangun ulang pondasinya. "Jika sudah seperti ini tentu itu kan mubajir, sedangkan itu uang rakyat," tegasnya.

Tidak hanya persoalan pembangunan, terkait dengan kesehatan pun di wilayah Kota Bogor masih ada beberapa persen rumah sakit dan puskesmas yang menampung perawatan pasien atau pembangunan infrastrukturnya masih minim.

"Inikan Kota Madya, justru puskesmas itu harus secara gesit mampu merawat masyarakat yang sedang sakit bisa dirawat disitu. Nah, nanti jika pasangan Hasanudin terpilih kami akan membangun puskesmas agar bisa merawat warga yang sedang sakit. Itu semua bisa, saya sudah melihat percontohannya hanya dengan 6,3 miliar saja, kita sudah bisa membuat rumah sakit atau puskesmas dengan daya ruang inap sebanyak sekitar 50 orang," jelasnya.

Hasanuddin menuturkan, pasangan Hasanah juga memprioritaskan kesehatan warga Jawa Barat, dirinya telah menggulirkan program Jabar Cageur yang fungsinya hampir mirip dengan BPJS Kesehatan.

"Jika diberi saja satu juta orang menerima kartu Jabar Cageur, artinya kita menanggung satu juta rakyat yang memang katakanlah miskin. Misal, BPJS itu perbulannya 40 ribu, berarti hanya 480 ribu pertahun, sedangkan satu juta berarti hanya 480 miliar, dengan seperti itu rakyat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan gratis, belum lagi ada kartu KIS, BPJS yang sudah dibayar dan sebagainya," ungkapnya.

Terkait anggarannya, Hasanuddin mengaku, anggarannya jelas ada dan memadai. Untuk kesehatan itu 10 persen dari APBD provinsi Jawa Barat yang saat ini mencapai 33 triliun.

"10 persen itu berdasarkan Undang - Undang. Sekarang, jika 33 triliun 10 persennya sekitar 3,3 triliun dikurangi 480 miliar, sisanya kan bisa untuk membangun untuk infrastruktur kesehatan," pungkasnya. (MTH)

About 87 Online News

Terima Kasih Telah Mengunjungi 87 Online News. Untuk Informasi, Publikasi Dan Pemasangan Iklan Silahkan Hubungi 87onlinenews@gmail.com atau Hotline Service Kami di 081280533349
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar :

Leave a Reply