Breaking News

Lestarikan Musik Keroncong, YKIKI Selenggarakan Pagelaran Keroncong Rumpun Budaya Asean

KOTA BOGOR - Dalam rangka  menyambut Hari Kartini yang yang diperingati pada tanggal 21 April setiap tahunnya, Yayasan Komunitas Insan Keroncong Indonesia (YKIKI) menggelar acara Pagelaran Keroncong Rumpun Budaya Asean. Bertempat di Botani Square, Jalan Pajajaran, Baranang Siang, Kota Bogor, Minggu (15/04/18).

Acara yang bertemakan 'Darma Baktimu Kartini Untuk Indonesia' ini selain dihadiri oleh 5 (lima) orang perwakilan dari Negara tetangga, juga dihadiri Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri, Irjen Pol Setiyo Wasisto, Kasat Bimas Polresta Bogor Kota Kompol Sundarti SH, Kepala Kepala Disbudparekraf Kota Bogor H. Shahlan Rasyidi, serta para Tokoh Kebudayan.

Ketua panitia, Suyitno menuturkan, tujuan diadakan kegiatan ini yaitu dalam rangka memperingati Hari Kartini. Dengan mengangkat tema Darma Baktimu Kartini Untuk Indonesia, pihaknya mengajak kaum hawa dalam membangun emansipasi wanita.

"Selain itu, melalui kegiatan ini juga sekaligus untuk melestarikan jenis musik Keroncong yang saat ini sudah hampir dilupakan," tutur Suyitno dalam sambutannya.

Dikatakan Suyitno, di negara lain jenis musik ini banyak dinikmati, bahkan di negara-negara ASEAN seperti Singapura dan Malaysia sudah menggerakan generasi-generasi dibawahnya untuk mulai mencintai musik keroncong. "Namun di Indonesia sendiri, keroncong ini hampir tidak di kenali," kata Suyitno yang juga Ketua Keroncong Rumpun Budaya Asean.

Sementara itu, Ketua Satu Rumpun Budaya Asean perwakilan dari Negara Singapore, Muhammad Yusuf mengapresiasi adanya kegiatan yang bisa mengumpulkan berbagai komunitas keroncong dari luar Indonesia. Ia meyakini di Indonesia, dari sabang sampai merauke pasti mengenal jenis musik tersebut. 

"Namun, apakah orang Indonesia sendiri itu tahu bahwa musik keroncong itu bukan hanya ada di sini saja, melainkan di Negara tetangga, seperti Malaysia, Singapore, Hongkong, Kamboja, Cina bahkan samapi Amerika Selatan tahu jenis musik ini," ungkap Yusuf.

Yusuf menegaskan, sebagai bangsa Indonesia sudah seharusnya bangga dengan jenis musik Keroncong ini. Bahkan dirinya bersyukur denagn adanya komunitas ini. Ia berharap dengan adanya Rumpun Budaya Asean ini, musik keroncong akan terus berkembang dan bukan hanya di negaranya saja.

"Di Indonesia sendiri, semestinya komunitas ini harus dibagi antar Provinsi, tapi semua itu tidak memungkinkan. Karena generasi jaman sekarang amat sulit menarik mereka, kita perlu ikut masuk pula dengan lagu-lagu jaman now (Jaman Sekarang) di keroncongkan. Perlu kolaborasi, agar generasi jaman now ikut menikmati keroncong," jelasnya.

Karna musik keroncong ini sambung Yusuf, salah satu seni yang perlu dilestarikan dan bukan jenis musik baru. Jangan sampai keroncong ini hilang atau punah. "Sebisa mungkin jenis musik ini di kekalkan dan di lestarikan (tetap di jaga dan di lestarikan), karna ini satu cara untuk di wariskan ke generasi yang akan datang," pungkasnya. (Sugandi)