» » » » » Pihak Adhimix Jenguk Korban, Namun Tidak Ada Kompensasi Apapun Yang Di Berikan

KARAWANG -  Pihak PT. Adhimix Precast Indonesia Plant Dawuan telah beritikad baik dengan mengutus perwakilannya yang datang ke kediaman Nasim (43), korban yang terlindas truk mixer, Jum'at 27/4/18.

Kedatangan perwakilan dari perusahaan tersebut karena pemberitaan di beberapa media online pada tanggal 25/4/18. Dengan judul (Sembilan Belas Hari Berlalu Pasca Kejadian Nasim Terlindas, Satupun Management Adhimix Tak Tampak Batang Hidungnya ) mungkin perwakilan Adhimix tak akan datang bila pemberitaan tidak muncul ke permukaan.

Namun, yang sangat disayangkan oleh pihak keluarga korban dengan kedatangan tim perwakilan Adhimix tersebut sepeserpun tidak memberikan kompensasi kepada korban.

Dihubungi via selular, istri korban Ajem mengatakan, pihak Adhimix datang diwakili oleh lima orang sopir dan satu orang yang dipanggil Pak Danru. "Namun kedatangan mereka hanya menjenguk, tidak ada pesan ataupun kompensasi yang diberikan kepada kami selaku pihak yang telah dirugikan," ujar Ajem kepada wartawan, Minggu (29/4/18).

Lanjut Ajem menuturkan, sopir hanya menyampaikan permohonan maaf secara pribadi. "Dan satu ganjalan saya yang telah menguasakan kepada pak Denis tetapi seolah olah perusahaan enggan berkomunikasi dengan beliau dan perusahaan malah menyarankan untuk mencabut surat kuasa kepada beliau bila biaya berobat suami saya ingin di tanggung, itu yang mengatakan dari pihak Juishin kepada saya," tambahnya.

Ditempat terpisah, Ketua Umum GARDA RI Denis FW, SH ketika disambangi di Kantor Sekretariatnya mengatakan dirinya sangat mengutuk keras Juishin yang dinilai telah mengintimidasi korban dengan membatalkan surat advokasi yang telah dikuasakan oleh korban kepada dirinya.

"Saya sangat mengutuk keras bila benar Juishin telah mengintimidasi korban. Mereka (Kirban) memutuskan membuat kuasa advokasi kepada kami bukan tanpa alasan, mereka membuat karena awal tidak ada itikad baik dari PT. Adhimix untuk membiayai pengobatan korban, setelah membuat kuasa dan kami mediasi lalu pihak perusahaan tempat korban bekerja sanggup dan bersedia membiayai korban sampai sembuh, walaupun itu janggal menurut saya. Ya mungkin mereka ingin menjaga hubungan baik dengan Adhimix selaku konsumen mereka, itu hak mereka," kata Denis FW.

Lanjut Denis mengatakan, namun hal tersebut bukan berarti semua pihak berhak melewatinya. Apalagi petinggi perusahaan besar yang notabene adalah orang dengan intelektual yang baik, yang seharusnya tahu aturan main dan hak pemegang kuasa.

"Tapi ini kenapa kok mereka seperti bukan orang intelek, semua tanpa koordinasi dengan kami, dan untuk kompensasi itu wajib dikeluarkan oleh Adhimix kepada korban yang telah menjadi korban kelalaian karyawannya. Itu wajib dilaksanakan oleh pihak yang telah melakukan kelalaian," tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kedua perusahaan belum memberikan penjelas mengenai hal ini. Bahkan perwakilan Juishin Ikhsan ketika ditanyakan melalui chat aplikasi WhatsApp akan hal ini hanya menjawab dengan sangat singkat. "Urusan ini sama pak Gede dan saya tidak tahu," singkatnya. (Ctr/Red)

About 87 Online News

Terima Kasih Telah Mengunjungi 87 Online News. Untuk Informasi, Publikasi Dan Pemasangan Iklan Silahkan Hubungi 87onlinenews@gmail.com atau Hotline Service Kami di 081280533349
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar :

Leave a Reply