Breaking News

41 Tahun PDAM Tirta Pakuan Lebih Matang Dalam Memberikan Pelayanan

BOGOR - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pakuan Kota Bogor, tahun ini tengah berusia 41 tahun. Di momen bahagia ini manajemen PDAM menggelar HUT PDAM ke 41 dan sekaligus memperingati Hari Air Sedunia ke 26 dihalaman PDAM Tirta Pakuan, Jalan Siliwangi, Kota Bogor, Senin (2/4/2018).

Direktur Utama PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, Deni Surya Senjaya mengatakan, di usianya ke yang ke 41, PDAM harus sudah lebih memikirkan kematangan dan
terus berupaya memberikan pelayanan yang optimal kepada pelanggan.

"Momen ini kita rayakan bersamaan dengan hari Air Sedunia. Saya membaca daerah - daerah tertentu sudah sangat kekurangan air bersih, bahkan di Benua Afrika untuk mandi saja sudah dibatas. Naman untuk di Kota Bogor, Alamdulilah sumber sumber Air masih banyak, tinggal bagi mana PDAM ini mengelola kebutuhan Air di Kota Bogor menjadi satu kebutuhan yang utama. Makanya Kita bertekad di usia 41 tahun ini akan lebih dewasa dan lebih matang dalam memberikan pelayanan," tuturnya.

Deni juga mengaku, perisahaan BUMD yang dipimpinnya itu saat ini sedang baik-baik saja. Artinya indikator ketinggian debit air di Pajajaran hampir rata-rata diatas 3 meter, reservoir di Cipaku yang biasanya 3 meter sekarang menjadi 4 meter, bahkan reservoir mereka sampai 10 meter.

"Sesuai  yang di katakan PLt Walikota Bogor, saat ini kita harus bersinergi dengan alam, karena kita mengolah alam. Jadi, kalau ada kendala-kendala alam terkadang itu menjadi hambatan. Akan tetapi, kita akan terus berupaya memberi pelayanan optimal kepada masyakat, terutama para pelanggan PDAM," ujar Deni usai acara.

Deni menegaskan, PDAM akan intens melakukan sosialiasi ke setiap kelurahan-kelurahan yang ada di Kota Bogor. Tujuannya, agar program dan kinerja PDAM ini dapat diketahui oleh masyarakat luas.

"Saat ini kan, masyarakat belum banyak yang mengetahui apa sebenarnya yang ada di PDAM, terutama program-programnya. Untuk itu, dalam waktu dekat kita akan sosialisasikan di setiap kelurahan dengan tujuan agar masyarakat tahu program PDAM," tegasnya.

Deni menambahkan, sambungan pipa PDAM yang saat ini belum diselesaikan, pihaknya terus berusaha semaksimal mungkin, bahkan ditargetkan pada tahun 2019 selesai seratus persen. Hanya saja, untuk kehilangan air pihaknya belum bisa mencapai 20 persen. Sebab, makin banyak air sekarang makin tinggi, maka tingkat kehilangan yang tadinya turun bisa menjadi naik.

"PDAM perlu adanya investasi dengan nilai sebesar sekitar Rp 924 miliar, sementara itu untuk anggaran baru terserap kurang lebih 100 miliar. Jadi kebutuhannya masih kurang sekitar Rp 824 miliar. InsyaAllah, itu semua akan tercapai karna kami selalu diperhatikan dan dalam waktu dekat kita akan dibantu oleh Pusat dan Provinsi," pungkasnya. (Gandi)