Breaking News

Tolak Penertiban Rumdin TNI, Warga Sempur Kidul Audensi Dengan Komisi I DPRD Kota Bogor

KOTA BOGOR - Komisi I DPRD Kota Bogor menerima warga Sempur Kidul, Kelurahan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah untuk melakukan udiensi terkait rencana penertiban 38 rumah di Ruang Rapat II DPRD Kota Bogor, Kamis (22/2/2018).

Audiensi dilakukan warga Sempur Kidul ini, berawal dari surat yang dilayangkan Korem 061/SK tertanggal 11 Februari 2018 perihal peringatan ulang untuk pengosongan 16 Rumah Dinas (Rumdin) yang ditandatangi Kepala seksi logistik Mayor Ujang Rohmat.

Bambang Wahyudi selaku perwakilan warga Sempur Kidul mengatakan, keberadaan rumah yang ditinggali warga sudah ada sejak zaman Kenil Belanda hingga saat ini, dan sekarang di klaim Korem sebagai rumah Dinas.

"Kami beraudensi dengan Komisi I DPRD Kota Bogor untuk memfasilitasi persoalan terkait pengosongan 38 rumah di wilayah Sempur Kidul dengan Korem 061/SK," katanya.

Bambang juga mempertanyakan dari 38 rumah yang diklaim pihak Korem hanya 16 rumah yang mendapatkan surat peringatan. Sementara warga harus segera mengosongkan rumah pada tanggal 20 Februari 2018. Padahal surat baru diterima warga pada tanggal 11 Februari 2018.

Sementara itu, Andi Surya Wijaya (ASW) dari Komisi I DPRD Kota Bogor mengatakan, surat yang dilayangkan pihak Korem 061/SK adalah cacat hukum karena surat yang diajukan itu sepihak dan tidak ada peringatan terlebih dahulu.

"Kami dari Komisi I DPRD Kota Bogor akan mendampingi warga untuk bertemu dengan pihak Korem, karena sacara hukum warga berhak untuk memiliki rumah tersebut karena mereka memiliki surat tanda pembayaran pajak (STTP)," ujar politisi Partai Persatuan Pembangunan itu.

Menurutnya, pihak Korem 061/Surya Kancana harus bijak menangani persoalan tersebut. Apalagi warga Sempur Kidul sanggup untuk membayar rumah itu dengan di cicil atau siap untuk direlokasi.

"Saya harap pihak Korem juga harus bijak dan kalo memang itu mau di gusur, akan tetapi harus juga di persiapkan untuk relokasinya dan juga ganti untung karna mereka sudah bertahun tahun tinggal diwilayah tersebut," pungkasnya. (Kucay)