Breaking News

Sejumlah Pejabat Pemkab Bogor Segera Menyusul Kades Tamansari Ke Hotel Prodeo

KAB.BOGOR - Setelah sebelumnya, Berhasil menjebloskan Kepala Desa Tamansari, Kecamatan Tamansari, Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibinong terus mendalami kasus proyek fiktif yang diduga melibatkan pejabat dilingkup Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bogor, Jawa Barat.

Bahkan menurut informasi yang dihimpun, dalam waktu dekat ini akan ada beberapa pejabat instansi Pemerintahan khususnya yang membidangi masalah kucuran dana bantuan keuangan ke Desa Tamansari, menyusul Kades Tamansari berinisal Gumelar Suteja yang saat ini sudah meringkuk di Lapas Pondok Rajeg, Kabupaten Bogor.

"Ya tidak menutup kemungkinan, karena pencairan dana bantuan keuangan dari Pemkab Bogor serta bantuan dari Provinsi pada tahun 2015 dan 2016 yang ternyata fiktif, melalui proses pada instansi terkait. Meskipun pemberi bantuan memenuhi persyaratan pencarian, tapi kenapa tidak ada pengecekan dilapangan, dan kami akan terus mendalami itu," kata Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, Francisco Tarigan kepada wartawan, Selasa (30/1/18).

Menurutnya, selain memeriksa sejumlah orang di Desa Tamansari, pihak Kejaksaan juga telah memeriksa sejumlah pejabat di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (DPMPD), Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD). "Kami sudah periksa sebanyak 30 orang," imbuh Fransisco.

Dikatakannya, dana itu dialokasikan untuk betonisasi ruas jalan desa tersebut. Namun fakta di lapangan tidak ada pengerjaan yang direalisasikan, adapun beberapa titik yang dialokasikan tetapi menggunakan anggaran dana lain," ungkap Fransisco.

Diberitakan sebelumnya, berdasarkan penyidikan sementara pengakuan dari tersangka Kades Tamansari, pekerjaan mangkrak lantaran anggaran tersebut dipinjam oleh salah satu anggota DPRD Kabupaten Bogor.

"Sejauh ini GS belum bisa membuktikan uang itu memang dipinjam oleh salah satu anggota DPRD Kabupaten Bogor dan masih kita telusuri," ujarnya.

Lanjutnya, saat ini masih terus menyelidiki aliran dana kelima proyek yang mangkrak ini, yang diduga kerugian Negara hingga mencapai Rp 350 juta.

"Saat ini kita masih menetapkan tersangka tunggal, dan yang jelas instansi yang mengawasi dan mengurusi proyek-proyek ini akan kita panggil, saya heran kenapa sampai tiga tahun bisa lolos proyek fiktifnya, terang Bambang, Kajari Cibinong. (IB)