Breaking News

Ketum PWI Dinilai Keluar Marwah Organisasi Pers

JAKARTA - Masyarakat Pers dibuat terkejut dengan pemberitaan media mainstream nasional terkait pernyataan Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Margiono yang mengajak masyarakat Sumatera Barat memilih Jokowi pada Pilpres 2019 mendatang.

Ajakan itu disampaikan Margiono saat pidato pembukaan Acara Hari Pers Nasional. Artinya bisa juga diartikan jika Margiono melakukan kampanye terselubung di acara yang secara khusus di dedikasikan bagi Warga Pers dan Jurnalisme Indonesia, padahal masih banyak persoalan yang membelit dunia Jurnalis di Indonesia.

"Seharusnya Ketum PWI dapat menjaga marwah Organisasi Pers untuk tetap bersikap netral dan independen," tegas Ketua Presidium Forum Pers Independent Indonesia, Kasihhati dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu (10/2/2018).

Menurut Kasihhati, seruan atau ajakan untuk memilih Presiden di Pilpres 2019 nanti tidak pantas dibicarakan di ajang sepenting Hari Pers Nasional, sebab sudah jelas kan apa itu tupoksi Pers? Jadi tidak seharusnya ada kampanye terselubung di HPN 2018.

"Masih banyak persoalan yang menimpa Jurnalis seperti kesejahteraan dan perlindungan terhadap Jurnalis dari tindak kekerasan yang kerap terjadi, atau adanya kriminalisasi terhadap jurnalis dan seharusnya itu yang lebih diperhatikan Margiono di HPN," ungkap Kasihhati.

"Jadi jelas, Margiono telah keluar dari Marwah Pers, itu yang kami sayangkan. Jangan sampai nanti orang berpikir bahwa PWI sudah diarahkan ke Gerbong politik Jokowi. Saya kira ini langkah mundur Margiono," tutup Kasihhati. (Red/Tim FPII)