UPDATE

header ads

7 Waria dan 6 PSK Terjaring Razia Pekat

KOTA BOGOR - Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor bersama anggota Kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), menggelar operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) di beberapa lokasi yang diduga kerap dijadikan tempat prostitusi oleh para Pekerja Seks Komersial (PSK) serta para waria dan arena jajanan seks para lelaki hidung belang, Selasa (27/2/2018) malam.

Sekretaris Dinas Sosial Kota Bogor, Rr. Juniarti Estiningsih mengatakan, kegiatan inu merupakan program tetap tahunan yang tertera dalam DPA (Dokumen Pelaksanaan Anggaran). Bukan hanya terhadap WTS, tapi juga waria, gelandangan, pengemis, dan sebagainya sebagai bagian dari program rehabilitasi sosial.

"Kegiatan rehabilitasi sosial yang ada di Dinsos Kota Bogor mencakup penanganan terhadap 26 PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial). Salah satunya diwujudkan dalam kegiatan seperti ini," kata Juniarti di lokasi didampingi Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah (Gakperda) Satpol PP Kota Bogor, Danny Suhendar.

Dalam operasi tersebut petugas berhasil mengamankan sekitar 6 orang wanita yang diduga sebagai PSK dan 7 orang waria untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan kesehatan, pembinaan hingga rehabilitasi.

"Sasaran dari pembinaan kita berbeda dengan Satpol PP, yang ketika seorang pelanggar Perda sudah membayar denda bisa langsung bebas. Melainkan, bila para wanita ini teridentifikasi menjurus ke arah sana, maka mereka kami bawa ke panti yang berlokasi di Cibadak untuk dilakukan rehabilitasi. Di sana mereka diberikan pembinaan yang sesuai dengan keterampilan serta keinginannya masing-masing," tutur wanita yang akrab disapa Esti ini.

Biasanya, lanjut Esti, mereka yang terjaring adalah orang-orang yang termasuk dalam kriteria 26 PMKS, berasal dari keluarga yang memiliki keterbatasan secara ekonomi dan tidak memiliki keterampilan. (Gandi)

Posting Komentar