» » » » » » » TPS Liar Di Desa Cileungsi Makan Setengah Jalan, Pemkab Bogor Diminta Tegas

KAB.BOGOR - Pemandangan kumuh terlihat diwilayah Kecamatan Cileungsi, tepatnya di Kampung Cikalagan RT 02/ RW 11 Desa Cileungsi Kota, Kabupaten Bogor. Hal itu disebabkan masih banyak warga yang membuang sampah di bahu jalan umum wilayah perkampungan warga Kampung Cikalagan yang menghubungkan Perumahan Grand Harmoni hingga ke kampung Cikuda ke arah Wanaherang, Kecamatan Gunungputri.

Informasi yang dihimpun, TPS liar tersebut diperkirakan sudah 5 tahun keberadaannya sehingga memakan separuh badan jalan kurang lebih sepanjang 150 meter.

"Jalan tersebut lebarnya sekitar 6 meter, tapi karena ada sampah yang menutupinya jadi lebar jalan tinggal setengahnya. Jalan tersebut menjadi batas antara dua desa dengan Desa Cileungsi Kidul," terang salah seorang warga yang enggan disebutkan identitasnya.

Warga perumahan Grand Harmoni menyayangkan sikap pemerintah setempat tak sigap memerhatikan sektor lingkungan warga. Selain itu, kekecewaan juga diungkapkan oleh warga kampung setempat yang tiap hari menghirup bau tak sedap karna keberadaan TPS liar tersebut.

Menurutnya, selain faktor perilaku masyarakat yang membuang sampah sembarangan, terkait keberadaan TPS liar di Kampung Cikalagan itu diduga sebagian besar sampahnya berasal dari warga wilayah lain diantaranya dari para pedagang Pasar Cileungsi dan warga Perumahan Kenari.

"Lima tahun lalu sebelum ada sampah jalan disini bisa dilalui dua kendaraan mobil yang melintas saling berlawanan. Tapi sekarang hanya satu mobil saja, dan itu kalau ada mobil yang hendak berlawanan salah satunya harus mengalah," kata Ketua RT 02, Aki Daman kepada wartawan, Selasa (9/1/2018).

Lanjut dia mengatakan, banyak oknum yang buang sampah dalam skala besar adalah tukang becak. "Sering kali saya pergoki tukang becak buang sampah disini dengan jumlah yang banyak, saya tanya katanya borongan dari Pasar, Perumahan Kenari dan PKL di Perempatan Fly Over yang membuangnya pada malam hari," ungkapnya.

Daman mengaku, sebagai ketua RT setempat dirinya pernah melaporkan hal itu kepada pihak desa. Namun hingga saat ini belum ada respon. "Sudah pernah saya laporkan tapi belum ada respon dari desa, dan saya pernah mengajukan untuk ditangani sampah tersebut setelah warga bersedia untuk keamanannya menjaga lokasi dari para oknum yang buang sampah sembarangan," terangnya.

Sementara itu, salah satu warga Kampung Cikalagan mejelaskan, warga setempat pernah membuat pagar dari bambu agar tak ada oknum yang buang sampah dilokasi tersebut. Dan di Desa Cileungsi Kota sendiri menurut warga RW 11 bahwa disana tak memiliki TPS yang dikelola oleh pemerintah setempat atau dinas terkait.

Terpisah, Anas (36) warga setempat menyayangkan sikap pemerintah setempat dalam hal ini Desa dan Kecamatan yang tak respon terhadap lingkungannya sendiri. "Sudah bertahun lamanya belum ada penanganan dari pemerintah setempat," cetusnya.

Menyikapi hal itu, Ibra Hermawan salah seorang aktivis lingkungan hidup sangat menyayangkan kurangnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, dalam hal ini Dinas Kebersihan dan Pertamanan diminta peka dan bertindak.

"Harusnya pihak dinas peka dan merumuskan solusi-solusi yang nyata untuk masyarakat," ujar salah satu aktivis lingkungan hidup yang juga Sekertaris Forum Pers Independen Indonesia (FPII) Korwil Kota Bogor.

Dia mencontohkan, salah satu solusi itu adalah membuat bak besar penampungan sampah sementara di setiap wilayah, dan diatur secara berkala untuk dilakukan pengangkutan ke Tempat Pembungan Akhir (TPA).

"Selain itu pihak Pemkab Bogor juga harus membuat aturan yang secara tegas bagi masyarakat yang membuang sampah sembarangan, baik sanksi administrasi, pidana dan sanksi moral," tegasnya.

Disamping itu, lanjutnya, Pemerintah diwilayah, dalam hal ini pihak desa dan kecamatan juga harus peka dan pro aktif, jangan hanya menunggu masalah. Tapi harus mengantisipasi masalah, dan melakukan solusi untuk menyelesaikan masalah.

"Bagaimana pemerintah Kabupaten Bogor bisa mendukung Program Tahun 2020 Indonesia bebas sampah, kalau kenyataannya masih seperti ini," pungkas Ibra yang juga Humas Asosiasi Bank Sampah Indonesia (Asobsi) Kabupaten Bogor. (Yudhi)

About 87 Online News

Terima Kasih Telah Mengunjungi 87 Online News. Untuk Informasi, Publikasi Dan Pemasangan Iklan Silahkan Hubungi 87onlinenews@gmail.com atau Hotline Service Kami di 081280533349
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar :

Leave a Reply