Breaking News

Sanghyang Indah Spa Resort Manjakan Pengunjung Dengan Berbagai Fasilitas

KAB.SERANG - Desiran angin dan deru sang ombak yang bersilir kepantai diantara pohon kelapa dan pohon jati yang tumbuh ditepian pantai, seakan menyambut kata selamat datang ketika memasuki kawasan Sanghyang Indah SPA Resort yang terletak di Jalan Raya Sirih KM 128, Cikoneng Anyer Kabupaten Serang, Provinsi Banten.

Lokasi yang cukup cozy dan romantic ini sangat tepat menjadi pilihan untuk menikmati liburan atau berakhir pekan bersama keluarga setelah bergelut dengan padatnya aktivitas sehari-hari dengan harga resort yang ditawarkan per malam, berkisar di antara Rp 1,8 juta rupiah tergantung type dan view nya.

Setiap rumah resort terdiri dari 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, ruang tamu + TV Cable, lemari es dan dapur serta fasilitas lain seperti swiming pool, resto, spa, arena olahraga. Selain untuk berlibur, banyak hal lain yang dapat dilakukan dilokasi ini seperti meeting, family gathering.

Sales manager Sanghyang Indah SPA Resort Ferry Aryanto menuturkan, area ini secara keseluruhan merupakan area Sanghyang dengan berbagai fasilitas termasuk D'Bisto Restorant, dimana konsep yang diberikan lebih kepada penyajian menu-menu yang All Arround. 

"Seperti penyajian menu-menu di D'Bisto Restorant, tidak hanya spesifikasi Indonesian Food,  jadi mau nyari menu Western Food,  Korean Food apa lagi Japanese Food semua tersedia disini," tuturnya.  

Dikatakan Ferry,  pihaknya saat ini sedang mengedepan kan menu-menu Japanese food. "Project pertama kita pengen buat All U Can Eat Sushi dengan paket Rp.  2.000.000,- yang nanti kedepannya menjadi Trade Mark Sanghiang. Jadi orang mau makan All U Can Eat Sushi ya ke Sanghiang," katanya.

Disebutkannya bahwa makan-makanan Jepanese itu adalah prestige,  jadi mereka (pelanggan)  beli gensi karen kesannya mahal. 

"Cuma kita disini pengen menyajikan dengan kualitas yang bagus,  presentasi yang bagus dengan harga yang murah terapi teste (rasa-red)  enak," jelasnya.  

Dengan hadirnya menu All U Can Eat Sushi ini tuturnya ingin meraih tenaga kerja-tenaga kerja asing yang bekerja di beberapa perusahaan yang ada di wilayah Cilegon dan sekitarnya yang rata-rata kebanyakan orang-orang Korean dan Jepang.

"Untuk menggaet mereka,  kita hadirkan menu All U Can Eat Sushi, tetapi kalau mau berbicara konsep kita "Palugada" apa yang lo mau semuanya ada, "ucapnya.  

Untuk target pengunjung lanjutnya lebih kepada semua kalangan,  baik komunitas,  perusahaan swasta maupu goverment atau pemerintahan. Menurut histori katanya, tempat ini sering juga di gunakan oleh instansi-instasi pemerintahan untuk berbagai kegiatan, juga kepolisian serta perusahaan swasta.  

"Kebanyakan mereka memilih Sanghyang untuk Gathering, outing. Dan, feedback yang didapatkan dari pengujung, mereka memilih Sanghyang karena tempatnya cukup luas, kedua Cottage kita walau lama tetapi cukup maintens (terawat) dan seperti contoh dari Standart Charter pusat Jakarta yang pernah menggunakan tempat ini pada Desember 2017 lalu.  Mereka bilang bahkan bosnya langsung memberikan penilaian bahwa makanan yang disajikan enak, jadi secara keseluruhan dari sekian banyanknya pengunjung memberikan tanggapan positif lebih banyak dari pada negatif, saya akan mengesampingkan yang komplain dulu,  bukan berarti kita tidak perhatikan tetap kita perbaiki. Berarti orang masih memilih yang baiknya," papar Ferry.  

Sementara untuk penambahan infrastruktur kedepan sedang di rundingkan oleh pihak management pengelola Sanghyang.  

"Kita belum lama metting dengan Dinas Pariwisata Provinsi Banten untuk merealisasikan beberapa project. Karena kita memiliki area yang luas, kita akan buat lebih innovatif dan kreatif," ujarnya.  

Hasil metting dengan Dinas Pariwisata Provinsi Banten itu katanya, agar memanfaatkan lahan yang kosong ini menjadi pusat kerajinan, kuliner dan kesenian daerah yang bertujuan untuk mengangkat karajinan dan kesenian lokal Banten. 

"Mudah-mudahan terealisasi dalam dua bulan kedepan, kita akan buat beberapa spot. Kita pengen buat di week end nya dulu,  misal week end ini lebih ke kulinernya Banten serta week end selanjutnya kerajinan Banten, kesenian dan beberapa kearifan lokal Banten," urainya.  

"Kalau ini berjalan dengan baik,  sangat bangga sekali karena kita pengen bikin icon yang beda yaitu memajukan kreasi kerajinan,  kuliner serta kesenian lokal sebagai daya tarik wisatawan," sambungnya.  

Yang tidak kalah menariknya, bagi yang memiliki hobi dengan dunia clubing, dilokasi ini juga tersedia sebuah club yaitu Dragon Beach Club yang bisa menampung sekitar 400 orang dengan sound system yang berkuakitas dan lampu-lampu yang di design secara apik juga para dancer yang mempesona sehingga siap menghangatkan suasana malam anda terutama bagi para clubbers mania.

Diungkapkan Ferry,  dengan kehadiran FDJ-FDJ yang sengaja di undang menjadi Guest di Dragon Beach Club setiap malam sabtu dan malam minggu merupakan salah satu konsep untuk menaikan kembali Club nya itu sendiri, seperti kehadiran FDJ Agnez Key pada Sabtu (27/1/18) malam, menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung Dragon Beach Club.

"Setelah saya me-reviw Dragon pernah mencapai puncak kejayaannya sekitar tahun 2013-2015, kita positif thingking. Makin banyak tempat yang baru buka seperti di Cilegon juga ada,  mungkin orang berpikir ngapain ke Anyer,  di Serang juga ada. 

Cuma saya masih yakin karena di Anyer dan Cilegon Club yang konsepnya premium club cuma satu yaitu Dragon Beach Club karena Dragon punya kapasitan yang besat di banding yang lain dan bisa menampung hingga mencapai 400 orang baik in door mapun out door dengan qulality sound systim yang bagus, lighting yang bagus juga minuman-minuman yang kita jual semuanya legal,  tidak ada KW atau non legal," pungkasnya. (Ibra)