Breaking News

"DAHAR" Kuda Hitam Pilwalkot Bogor

KOTA BOGOR - Pasangan calon dari partai politik di Kota Bogor yang akan bertarung pada bulan Juni 2018 mendatang, ibarat proses perjodohan namun terdesak waktu. Hingga saat ini belum ada satu pun pasangan calon dari partai politik yang sudah jelas mendapatkan rekomendasi dari Dewan Pimpinan Pusat masing-masing Partai Politik Pengsung. 

Lebih unik lagi, mendekati rekomendasi dan pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Bogor. Terdapat pilihan yang sangat membuat publik semakin leluasa dengan alternatif pilihan salah satunya alternatif pasangan bakal calon dari Parpol yang mungkin saja terjadi, yakni pasangan Dadang Danubrata dan Harry Ara yang disingkat "DAHAR". Pasangan ini jika mendaftar total memiliki 14 kursi DPRD sebagai syarat melebihi 9 syarat kursi yang ditetapkan.  

Ketika ditanya awak media, Harry Ara mengatakan bahwa politik itu adalah seni bagaimana memakmurkan rakyat dengan kebijakan pemerintah, dalam hal ini Pemerintah Kota. "Jadi menurut saya bukan orangnya atau partainya yang di lihat, tapi kebijakan apa yang mau diambil untuk kepentingan publik," kata politisi dari Partai Gerindra yanh akrab disapa Kang Ara.

Menurutnya untuk Pilwakot, publik lebih melihat figur calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerahnya. Kedepan janji kamapanye dan politik anggaran yang memprioritaskan pelayanan publik dan anggaran untuk pemberdayaan masyarakat harus dibuka sejak awal, sehingga produk kebijkaan apa yang akan di cetuskan itulah yang publik kaji dan kritisi. 

"Saya kira Kang Dadang yang akan maju untuk Walikota Bogor, satu pemahanan dengan saya tentang politik anggaran "kerakyatan". Dan kami sama-sama putra daerah Bogor, maka akan lebih cepat menyesuaikan diri. Insya Allah jika kami dapat kesemptan maju, maka orang Bogor kalau dengar akronim nama pasangan kami akan mudah diingat karena yang kita semua cari setiap hari yakni DAHAR," tutup Kang Ara dengan yakin. (Red)