» » » » » PT Sentul City tbk Tanggapi Putusan Hakim PN Cibinong Terkait Kasus Sengketa Tanah

BOGOR - Sidang sengketa tanah antara warga Bojong Koneng dengan pihak Sentul City di Pengadilan Negeri Cibinong, Kamis (21/12/17) mengagendakan pembacaan putusan terhadap kedua terdakwa Deni Gunarja dan Purnaman selaku terlapor/tergugat yang di ajukan ke persidangan dengan tuntutan dugaan pemalsuan dokumen dalam sengketa lahan/tanah di Desa Bojongkoneng, Kecamatan Babakan Madang yang melibatkan Deni Gunarja Vs Sentul City seluas 7.900 m2 

Dalam sidang Putusan tersebut majelis Hakim PN Cibinong yang diketuai Tito Suhud SH.MH memutus kedua terdakwa dengan hukuman 4 tahun kurungan yang langsung di respon oleh kedua belah pihak.

Dari pihak terdakwa usai sidang melalui legal hukumnya Lava Sambada SH kepada awak media menyatakan bahwa keputusan 4 tahun tersebut tidak adil bagi kliennya. Menurutnya, dalam hal ini hakim tidak jeli dalam menilai fakta-fakta di persidangan.

Hingga, dengan putusan ini klien kami langsung menyatakan banding, dan kami selaku kuasa hukumnya akan segera menyiapkan materi banding nya sesegera mungkin," ujar Lava.

Sementara itu, pihak Sentul City melalui salah satu kuasa hukumnya Faisal Farhan SH MH kepada media menerangkan, bahwa Sentul City sebagai salah satu perusahaan pengembang yang bergerak di bidang properti sedang mengupayakan keadilan setelah berulangkali menjadi korban gangguan dan rongrongan para mafia tanah. "Sehingga berulangkali tanah yang sudah bersertifikat pun dicaplok oleh oknum dengan berbagai modus untuk  memperjual belikanya," ujar Faisal.

Dikatakannya, para oknum tersebut selama ini seperti merasa diatas angin atas apa yang mereka lakukan, mereka juga kadang melibatkan para pejabat dan aparat hukum sebagai pembeli dengan "iming iming" beli tanah murah. 

"Padahal nantinya tanah itu tidak bisa disertifikatkan, karena sudah bersertifikat milik PT Sentul City, Tbk. Setelah masalah terbongkar, mereka meninggalkan pembeli berperkara dengan Sentul City," jelasnya lagi.

Informasi yang dihimpun, pada kasus yang sedang berjalan dan diputus ini, kedua terdakwa dituntut dengan dugaan telah melakukan tindak pidana menempatkan keterangan palsu didalam suatu akta otentik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266 KUHPidana dan pemalsuan surat–surat berharga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 263 KUHPidana yang diduga dilakukan oleh Terdakwa Deni Gunarja dan Terdakwa Purnama.

Pengacara Sentul City lainnya, Eva dalam keterangannya menambahkan, Sentul City menghargai dan menyerahkan proses hukum yang sedang berjalan. Proses hukum membuktikan dan memutuskan benar dugaan tindak pidana di atas. "Putusan tersebut merupakan kemenangan atas orang-orang yang merasa tertipu oleh aksi-aksi penipuan oleh mafia tanah," jelasnya. (Red)

About 87 Online News

Terima Kasih Telah Mengunjungi 87 Online News. Untuk Informasi, Publikasi Dan Pemasangan Iklan Silahkan Hubungi 87onlinenews@gmail.com atau Hotline Service Kami di 081280533349
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar :

Leave a Reply