» » » » » Harry Ara Komitmen Maju Menjadi Wakil Walikota Bogor Dengan Kearifan Luhur Budaya Sunda

BOGOR - Akhir Desember, Tahun 2018 menjadi momentum bersejarah dalam perhelatan demokrasi di Kota Bogor. Setelah berbulan-bulan, bakal calon mengikuti proses di partai politik masing-masing, pertengahan hingga akhir desember ini akan menjadi penenentuan untuk maju atau tidaknya para Bakal Calon (Balon) dari masing-masing DPP Partai. 

Salah satu bakal Calon Wakil Walikota yang juga anggota Tim Percepatan Pelaksanaan Priorotas Pembangunan (TP 4 Kota Bogor) yakni Harry Ara yang akan maju dari Partai besutan Prabowo Subianto yakni Gerindra mengatakan, bahwa siapa pun yang akan di rekomendasi dan memimpin Kota Bogor kedepan harus memegang teguh nilai-nilai Karuhun di Tataran Pasundan yakni, "Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh" merupakan satu istilah yang lahir dari kearifan masyarakat sunda. 

"Tentunya istilah ini tidak asing bagi Masyarkat Sunda, karena telah menjadi falsafah hidupnya termasuk kita yang tinggal di Kota Bogor," kata Harry Ara kepada 87onlinenews.com, Senin (11/12/17).

Bahasa tersebut lanjutnya, bukanlah bahasa kuno peninggalan sejarah. Tetapi merupakan falsafah bagi kehidupan orang Sunda yang harus terus dibumikan dimanapun dan kapanpun. Keutamaan dari falsafah silih asah, silih asih, silih asuh merupakan satu kesatuan sikap. 

"Nilai dan rukun hidup yang harus di jiwai oleh masyarakat dalam menjalakan kehidupannya demi terwujudnya masyarakat yang kuat, cerdas, egaliter dan saling menebar cinta kasih sesamanya," ungkapnya.

Menurutnya, silih asah yang berarti saling memberi pengetahuan, baik dengan cara saling mengingatkan saling membangun kesadaran akan ilmu pengetahuan dan saling mendukung dalam pengembangan diri sesamanya.

"Ini demi terbentuknya satu kesatuan masyarakat yang cerdas, karena sebuah masyarakat yang cerdas merupakan satu syarat terbentuknya masyarakat yang kuat. Tanpa kecerdasan dan kesadaran akan ilmu pengetahuan masyarakat akan kehilangan hakikat dan kemerdekaannya sebagai manusia sehingga tanpa ilmu pengetahuan masyarakat akan mudah untuk dibodohi, di diskriminasi dan di eksploitasi," papar Kang Harry.

Disamping itu, masih kata Harry Ara, semangat silih asah merupakan semangat membangun dan menumbuhkembangkan khazanah keilmuan. Dalam masyarat yang menjiwai rukun hidup silih asah, ilmu pengetahuan akan berdampingan dengan dimensi etis. Sehingga ilmu pengetahuan tidak lagi menjadi alat penindasan yang angkuh, akan tetapi ilmu pengetahuan akan menjelma menjadi anggun yang akan membebaskan dan mengangkat derajat masyarakat dari keterbelakangan.

Sedangkan silih asih yang berarti saling menebar cinta kasih atau rasa saling menyayangi. Tentulah harus menjadi falsafah yang mendarah daging bagi masyarakat sunda. Silih asih merupakan salah satu bentuk ikhtiar interaksi manusia dengan Tuhan demi mendapat cinta kasih-Nya dengan cara menyayangi dan menebar cinta terhadap sesamanya. 

"Semangat silih asih merupakan semangat membumikan nilai-nilai ketauhidan. Karena dalam budaya silih asih tertancap kuat prinsip ketuhanan dan kemanusiaan. Yang nantinya akan membentuk mental masyarakat yang menjungjung tinggi nilai-nilai persamaan," jelasnya.

Dia menambahkan, masyarakat Kota Bogor yang silih asih dalam prakteknya akan saling menghormati satu sama lain serta akan menjungjung tinggi nilai persamaan dengan tidak menganggap adanya kelas sosial. Semua manusia sama, tidak ada yang dipandang sempurna dan tidak ada manusia yang seluruhnya cela. Dari semngat silih asih inilah maka akan melahirkan kehidupan masyarakat yang adil, harmonis serta jauh dari tindakan-tindakan yang anarkis. 

"Dengan ajaran Karuhun ini jika di pegang teguh ketika memimpin, niscaya akan amanah memimpin Kota Hujan selama 5 (lima) tahun kedepan," pungkasnya. (Red)

About 87 Online News

Terima Kasih Telah Mengunjungi 87 Online News. Untuk Informasi, Publikasi Dan Pemasangan Iklan Silahkan Hubungi 87onlinenews@gmail.com atau Hotline Service Kami di 081280533349
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar :

Leave a Reply