» » » » » » Wasekjen Presidium Sindir Pemdes Mekarsari Cileungsi Soal Realisasi ADD Tidak Maksimal

KAB BOGOR Sejumlah kalangan masyarakat di Desa Mekarsari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor mempertanyakan program pembangunan infrastruktur jalan yang belum terealisasi dengan baik sejak tahun 2015 lalu, dan hanya bersifat proges perencanaan belaka. Hal tersebut juga disindir oleh Wasekjen Presidium Pemekaran Bogor Timur, Mahpudin, S.Pd.

Menurut Mahpudin, dengan sejumlah dana yang diterima Pemerintah Desa (Pemdes) dengan total Rp 1,7 miliar, yang didalamnya termasuk dana desa (DD) tersebut seharusnya dapat dimaksimalkan salah satunya untuk pembangunan infrastruktur, seperti perbaikan jalan. 

"Bisa kita lihat, jika sejak dua tahun lalu dana tersebut selalu lancar turun. Seharusnya saat memasuki akhir tahun 2017 ini, realisasi pembangunannya sudah mencapai antara 85 sampai 90 persen, namun kini masih ada 65 persen yang masih ada PR - nya," kata Mahpudin kepada wartawan, Kamis (2/11/17).

Namun, masih kata Mahpudin, sekitar 65 persen yang masih tertunda perbaikan infrastruktur jalan. "Seharusnya diakhir tahun ini sudah berjalan realisasi perbaikannya. Akan tetapi sampai detik ini belum dilakukan perencanaan progres yang sudah di programkan sejak dua tahun silam," sambungnya. 

Menurutnya, luas wilayah Desa Mekarsari terbilang sangat kecil, namun penduduknya padat dengan jumlah penduduk kurang lebih 9 ribu jiwa. Seharusnya luas wilayah yang kecil dengan anggaran pemdes sebesar 1,7 miliar rupiah, realisasi pembangunan dapat terwujud dengan baik dalam kurung waktu dua tahun, baik secara desain maupun infrastrukturnya di jalan lingkungan dan jalan desa. 

"Kan tidak mungkin dananya masih ada tapi sudah dilaporkan, yang benar itu kalau dananya sudah habis baru melaporkan Laporan Pertanggung-Jawaban (LPJ) nya atas penggunaan anggaran tersebut," sindirnya.

Terkait program Pemdes Mekarsari yang sudah direncanakan melalui Musrenbang pada dua tahun lalu, diantara perencanaan perbaikan jalan berada di dusun 2. "Pertama dari jalan Gang H.Saman sampai At-Taubah, dan kedua jalan H.Emin - jalan yang sudah di fasos/fasum oleh Grand Mekarsari, dan perencanaan itu sudah di Musrenbang-Desa sejak dua tahun lalu yaitu di tahun 2015. 

"Mestinya dari sistem prosedur itu jika dijalani dengan baik dan benar pasti perbaikan jalannya saat ini sudah terealisasi," ujar Mahpudin saat bertemu dengan awak media di kantor kecamatan cileungsi.

Mahpudin menambahkan, progres yang tidak berjalan tersebut diduga akibat kelalaian Pemdes Mekarsari dalam mengelola administrasi dan penyusunan program kerja.

"Pemimpin itu harus memiliki Progres  (Program Rencana Strategis) untuk jangka Pendek, Mengenah dan Panjang, itu kan sudah dirapatkan sejak tahun 2015 lalu. Padahal, dia berjanji didepan publik beberapa waktu lalu di acara Tablig Akbar yang mengatakan dirinya akan membereskan memperbaiki jalan tersebut. Bisa dilihat kontroling pembangunan desa adalah LPM desa itu sendiri, artinya LPM nya juga harus dimaksimal dalam bekerja demi mewujudkan pembangunan desa," pungkasnya. (Yudhi)

Foto: Wasekjen Presidium Pemekaran Bogor Timur, Mahpudin S.Pd.

About 87 Online News

Terima Kasih Telah Mengunjungi 87 Online News. Untuk Informasi, Publikasi Dan Pemasangan Iklan Silahkan Hubungi 87onlinenews@gmail.com atau Hotline Service Kami di 081280533349
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar :

Leave a Reply