Breaking News

Pemerintah Dinilai Lalai Awasi Tambang Maut Di Klapanunggal

KAB.BOGOR - Pengamat Sosial Universitas Budi Utomo, Dr. Adi Suparto mengaku perihatina atas kejadian tragis yang menimpa Ukay Sukarya (62), salah seorang warga Kampung Sindanglengo RT 02/ RW 03, Desa Klapanunggal, Kabupaten Bogor,  yang tewas mengenaskan dengan kondisi kepala terputus akibat tertimpa reruntuhan bongkahan batu kapur dilokasi Pertambangan Batu Kapur yang diduga ilegal. 

Adi menilai, Pemerintah Daerah (Pemda), dalam hal ini Kabupaten Bogor telah lalai dalam mengawasi adanya tambang liar di diwilayah tersebut.

"Meski dalam konteks perizinan tambang tersebut melalui dinas provinsi dan pemerintah pusat, akan tetapi Pemda sebagai penguasa wilayah memiliki kewenangan dalam mengeluarkan surat rekom lanjutan yang akan dibawa ke provinsi maupun pusat. Jadi, pada kasus tersebut saya minta Pemerintah Kabupaten Bogor harus ikut bertanggung jawab," tegas Adi melalui telpon selularnya kepada wartawan, Jumat (17/11/2017).

Terlebih, lanjut Adi, di area galian C yang diduga ilegal tersebut telah memakan korban dari warga sekitar. Disamping itu, semestinya pihak Kepolisian juga harus melakukan investigasi secara menyeluruh di lokasi tambang tersebut.

"Jika ada, apakah dalam penggunaan bahan peledak untuk memecahkan bongkahan tanah maupun batu kapur melebihi ketentuan. Kemudian yang tidak kalah pentingnya, radius lokasi penambangan apakah sudah sesuai dengan UU Minerba. Kalau ditemukan ada pelanggaran, tentunya pihak Kepolisian baik itu di tingkatan Polda maupun Mabes Polri harus turun tangan, karena sudah ada korban," tandas Adi.

Adi menambahkan, terkait dugaan keberadaan tambang ilegal di area tersebut, tentunya masyarakat maupun LSM juga wajib menanyakan aspek legalitasnya.

"Bila pihak penambang tidak bisa menunjukan legalitasnya, tentu masyarakat mau pun LSM berkoordinasi dengan pihak Kepolisian setempat dan berhak menutupnya," tegas Adi. (Yudhi)